REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Satu bom mobil menewaskan 13 orang dan melukai 28 orang lagi di kabupaten utama Syiah di Ibu Kota Irak, Baghdad, Ahad malam (28/10). Demikian kata satu sumber polisi.
Bom mobil diledakkan di Kabupaten Khadimiyah, Baghdad utara, yang memiliki tempat suci terkenal Syiah.
''Bom merenggut korban jiwa,'' kata sumber yang tak mau disebutkan jatidirinya karena ia tak berwenang berbicara dengan media kepada Xinhua.
Beberapa kendaraan warga sipil dan bangunan di dekatnya juga mengalami kerusakan dalam ledakan tersebut. Sebelumnya ia menyebutkan jumlah korban jiwa tiga dan cedera 12.
''Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah Sabtu berdarah ketika gelombang serangan melanda seluruh negeri itu dan menewaskan puluhan orang,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi.
Serangan itu menandai hari paling mematikan sejak awal September di Irak. Sejauh ini, tak satu pun pihak mengaku bertanggungjawab atas serangan tersebut.
Tapi, gerilyawan Sunni tampaknya akan dituding sebab kebanyakan pemboman dan penembakan ditujukan kepada pengikut Syiah dan pasukan keamanan. Itu dipandang sebagai taktik umum bagi gerilyawan tersebut untuk meningkatkan ketegangan sektarian dan merusak pemerintah pimpinan Syiah.