REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Pernyataan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mematik aksi kecaman rakyatnya. Publik Palestina mengecam Abbas yang menyatakan soal pembatalan hak kembali pengungsi Palestina.
Abbas juga mengeluarkan pernyataan yang mengakui negara Israel membangun di atas bumi Palestina. Ketua Pusat Hak Kembali Palestina di Inggris, Majed Zair, menilai statemen Abbas sebagai aib dalam sejarah rakyat Palestina.
Seperti dikutip Quds Pers, Zair menyatakan komentar Abbas menjadi bukti bahwa Abbas tidak mewakili rakyat dan membela hak-haknya. Sebab, hak bangsa Palestina tidak bisa ditawar-tawar.
''Pernyataan Abbas di TV Israel bahwa Palestina adalah Tepi Barat dan Jalur Gaza saja dan sisanya adalah tanah Israel dengan final untuk selamanya itu merupakan aib,'' kecam Zair.
Sementara Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina menegaskan hak kembali pengungsi Palestina adalah inti dari isu Palestina. Tak ada sedikitpun yang bisa dikonsensi dari tanah tersebut.
Jubir Hamas, Sami Abu Zuhri, juga melontarkan kecaman terhadap Abbas. Dia menegaskan bahwa rakyat tidak akan mengalah dari hak kembali pengungsi Palestina.
Daud Syihad, jubir Jihad Islami, menegaskan pembatasan Palestina pada wilayah Jalur Gaza dan Tepi Barat adalah kebodohan besar tentang hakikat dan watak konflik di Palestina. Ia menegaskan semua kota penting Palestina di wilayah jajahan 48 di luar Tepi Barat dan Jalur Gaza adalah wilayah Palestina.