Rabu 07 Nov 2012 21:36 WIB

Kemenangan Obama tak akan Tingkatkan Ekspor RI ke AS

Rep: A Syalaby Ichsan/ Red: Dewi Mardiani
Presiden Barack Obama didampingi keluarganya melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai berpidato di Chicago, Rabu (7/11).   (AP/Charles Rex Arbogast)
Presiden Barack Obama didampingi keluarganya melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai berpidato di Chicago, Rabu (7/11). (AP/Charles Rex Arbogast)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemenangan Presiden Barrack Obama dalam pemilu presiden AS  kedua kalinya atas Mitt Romney dinilai tidak akan berpengaruh besar terhadap perdagangan Indonesia-AS.

Ekonom senior EC-Think,  Dr Telisa Aulia Falianty, mengungkapkan Obama masih akan menerapkan kebijakan ekonomi yang protektif.  "Dalam kondisi ini, Obama akan membuat proteksionisme meningkat. Sehingga, ekspor ke AS akan stagnan," ujar Telisa saat diskusi di Jakarta, Rabu (7/11).

Menurutnya, Obama masih akan mempertahankan kebijakan Quantitative Easing untuk mengatasi kondisi moneter dan fiscal clif terkait masalah APBN. Sehingga, ujarnya, tidak akan ada kebijakan ekonomi AS yang strategis sehingga bisa memperbaiki kondisi ekonomi global di masa depan.

Menurutnya, hal tersebut berbeda dengan kompetitor Obama, Mitt Romney. Telisa menjelaskan, dalam kampanyenya, Romney sempat menyatakan bakal mengeksploitasi cadangan energi AS, sehingga kegiatan ekonomi di sektor riil bisa hidup kembali.

"Kalau dia tidak membuat gebrakan yang berpengaruh langsung terhadap sektor riil, ya bakal begitu-begitu saja," ungkap Telisa.

Peran AS di mata dunia pun kian menurun. Menurutnya, saat ini dunia sudah melirik Cina sebagai negara superpower baru pengganti AS. Hal tersebut, ujarnya, terlihat dari tingginya permintaan negara internasional untuk meningkatkan cadangan devisa dengan mata uang yuan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement