Jumat 09 Nov 2012 18:59 WIB

Israel Ancam Suriah

Tentara Israel bersiap di pagar perbatasan antara Israel dan Suriah ketika pengunjuk rasa mendekati desa Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan
Foto: AP PHOTO
Tentara Israel bersiap di pagar perbatasan antara Israel dan Suriah ketika pengunjuk rasa mendekati desa Majdal Shams di Dataran Tinggi Golan

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Wakil Perdana Menteri Israel Moshe Yaalon pada Jumat (9/11) mengancam bakal melakukan tindakan mempertahankan kedaulatan jika perang di Suriah merembes memasuki Dataran Tinggi Golan.

Pernyataan itu, yang disiarkan di akun Twitter resminya, dibuat sehari setelah tiga peluru mortir tembakan dari Suriah menghantam Golan, yang direbut Israel dalam Perang Timur Tengah tahun 1967 dan menguasainya pada 1981 dalam tindakan yang tidak pernah diakui masyarakat dunia.

"Kami menganggap pemerintah Suriah harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi di perbatasan itu," kata Yaalon, seorang menteri senior dan mantan kepala staf angkatan bersenjata.

"Situasi sekarang di Suriah dapat meluas periode pertumpahan darah. Jika kami melihat konflik itu meluas ke daerah kami, kami tahu bagaimana membela warga-warga dan kedaulatan negara Israel," kata menteri itu, yang memegang portfolio masalah strategis.

"Pihak lain menerima banyak pesan baru-baru ini dan sampai sekarang, harus bertindak sesuai dengan apa yang dilakukan di Suriah. Saya mengharapkan bahwa dalam insiden ini, akan ada pihak yang bertanggung jawab."

Tiga peluru mortir menghantam Golan Kamis adalah terbaru dalam serangkaian insiden di mana peluru melintas garis gencatan senjata memasuki daerah Israel.

"Tampaknya peluru-peluru yang ditembakkan itu keliru dalam pertempuran antara pasukan yang bertikai di Suriah," kata seorang juru bicara kepada AFP.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement