REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Senin (12/11), mengakui Koalisi Nasional Suriah bagi Oposisi dan Pasukan Revolusioner --yang baru dibentuk-- sebagai "wakil sah rakyat Suriah", kata Saudi News Agency.
"GCC akan menawarkan dukungan dan bantuan buat koalisi Suriah agar bisa mewujudkan harapan dan aspirasi rakyat Suriah," kata Sekretaris Jenderal GCC Abdul Latif Az-Zayani di dalam satu pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor berita tersebut.
"Kami harap (pengakuan) ini menandai langkah ke arah peralihan cepat kekuasaan, untuk menghentikan pembunuhan orang yang tak berdosa, untuk memelihara keutuhan wilayah Suriah dan untuk menyelenggarakan konferensi nasional guna melicinkan jalan bagi pembentukan negara yang diperintah oleh hukum," ia menambahkan.
GCC, yang didirikan pada 1981, terdiri atas enam negara Teluk --Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab (UAE) dan Oman.
Sekretaris jenderal blok yang kaya akan minyak tersebut juga menyeru negara Arab dan yang lain agar mengakui koalisi oposisi Suriah --yang dibentuk pada Ahad di Qatar, demikian laporan Xinhua -- seperti dipantau di Jakarta, Selasa pagi.
Menteri luar negeri dari negara anggota GCC bertemu pada Senin di Markas Liga Arab di Ibu Kota Mesir, Kairo, bagi pertemuan tingkat menteri dengan pejabat dari negara lain Arab. Perkembangan saat ini mengenai masalah Suriah dan upaya Palestina di PBB menempati posisi teratas agenda pertemuan itu.