Rabu 14 Nov 2012 09:00 WIB

Parlemen Somalia Setujui Pemerintahan Baru

Presiden baru Somalia, Hassan Sheikh Mohamud
Foto: capitalfm.co.ke
Presiden baru Somalia, Hassan Sheikh Mohamud

REPUBLIKA.CO.ID, MOGADISHU -- Parlemen baru Somalia hari Selasa (13/11) menyetujui seluruh 10 menteri yang ditunjuk oleh perdana menteri. Kesepuluh anggota kabinet itu mencakup dua wanita, termasuk Fowsiyo Yusuf Haji Adan, menteri luar negeri pertama dari kaum wanita yang berasal dari wilayah independen Somaliland.

"Anggota-anggota parlemen menyetujui kabinet baru dengan suara mayoritas, 219 dari 225 anggota yang menghadiri sidang memberikan suara 'ya' untuk kabinet baru itu," kata Ketua Parlemen Mohamed Osman Jawari.

Tiga orang menolak kabinet itu dan tiga orang lagi memilih abstain. "Anggota-anggota parlemen telah menyetujui kabinet baru itu dan kini mereka harus menghadapi tugas-tugas sulit di depan," kata anggota parlemen Aweys Al-Qarni kepada AFP.

Perdana Menteri Abdi Farah Shirdon Said mengumumkan kesepuluh anggota kabinetnya itu pada Ahad (4/11). "Setelah pembahasan dan perembukan panjang, saya mengumumkan kabinet saya yang hanya mencakup sepuluh menteri. Termasuk diantara mereka adalah seorang wanita menteri luar negeri, yang pertama kali dalam sejarah Somalia," kata PM tersebut.

Pemerintah baru Somalia di bawah Presiden Hassan Sheikh Mohamud, yang mulai menjabat pada September, akan mengakhiri kekuasaan transisi delapan tahun dukungan Barat yang dikotori korupsi. Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement