Rabu 21 Nov 2012 10:15 WIB

Prancis Tarik Pasukan Tempurnya dari Afghanistan

 Pasukan NATO di kota Kabul, Afghanistan.
Foto: Musadeq Sadeq/AP
Pasukan NATO di kota Kabul, Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Prancis menarik pasukan tempurnya dari Afghanistan pada Selasa. Penarikan tersebut menandai berakhirnya peran Prancis di medan perang yang dipimpin NATO setelah kehadiran lebih dari 10 tahun.

''Empat ratus tentara Prancis kembali ke ibu kota Afghanistan setelah empat tahun melakukan operasi tempur di Provinsi Kapisa dan Kabupaten Sarobi, Kabul,'' kata juru bicara militer Prancis, Letnan Kolonel Guillaume

Leroy, seperti dikutip Reuters.

Leroy menyatakan mereka akan kembali ke Prancis dalam beberapa hari ini. "Hari ini adalah akhir dari operasi kami di medan perang. Pada akhir tahun, kita akan memiliki 1.500 tentara Prancis yang tersisa di

Afghanistan untuk operasi non-tempur," katanya

Dari pasukan yang tersisa, sebanyak 1.000 tentara akan membantu pengembalian peralatan militer untuk Prancis. Sekitar 500 lainnya akan masih memberikan pelatihan bagi tentara pemula Afghanistan.

Prancis bergabung dengan Kanada dan Belanda dalam mengakhiri peran tempurnya di Afghanistan.

Penarikan dini Prancis diprakarsai oleh Presiden Francois Hollande yang dikecam keras oleh NATO karena mempercepat penarikan dua tahun lebih awal dari jadwal aliansi itu.

sumber : Antara/Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement