Ahad 25 Nov 2012 12:32 WIB

Israel Buka Perairan Gaza

Rep: Afriza Hanifa / Red: Djibril Muhammad
Save Palestina (ilustrasi)
Foto: Ahmad Syarifudin
Save Palestina (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Israel mengurangi pembatasan terhadap nelayan Gaza sejak Sabtu (24/11). Kebijakan tersebut menyusul genjatan senjata yang disepakati antara Hamas dan Israel.

Sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan, pihaknya mendapat kabar dari Mesir bahwa Israel telah melonggarkan batas perairan Gaza. Nelayan Palestina kini dapat mencari ikan di perairan Gaza dengan jarak enam mil atau sekitar 6,9 kilometer. 

Sebelumnya, para nelayan hanya diizinkan berlayar sejauh batas tiga mil atau sekitar 4,8 kilometer. Israel telah melarang nelayan Gaza melewati batas sejauh tiga mil dari Laut Mediterania selama tiga tahun. Kapal perang Israel terus bersiaga untuk menegakkan aturan tersebut. 

Pihak militer mengklaim, upaya tersebut sebagai penjagaan atas penyelundupan senjata. Meski demikian, pihak Israel belum memberikan pernyataan terkait pelonggaran kebijakan tersebut. 

Dalam kesepakatan genjatan senjata Rabu lalu, Israel memang didesak untuk meringankan sanksi perbatasan wilayah Gaza, terutama di pesisir. Kawasan tersebut telah diblokade Zionis Israel sejak Hamas mengambil alih Gaza tahun 2007 lalu. Namun hingga kini, belum ada keterangan kapan blokade tersebut benar-benar akan dicabut Israel. 

Anggota kelompok nelayan lokal, Murad Al-Issi mengatakan, dia dan rekan-rekannya telah memberanikan diri melewati jarak hingga batas enam mil pada Sabtu. Issi pun mengaku tak mendapat gangguan ataupun larangan dari militer Israel. 

"Kapal angkatan laut Israel yang biasa menghukum nelayan Palestin jika berlayar melebihi tiga mil, menyaksikan kami (melewati batas tiga mil) dan mereka tidak melakukan apapun untuk mencegahnya," ujarnya.

Issi pun mengaku senang dengan pelonggaran kebijakan pembatasan perairan tersebut. Pasalnya, selama ini para nelayan Palestina hanya mampu menangkap sedikit ikan karena pembatasan pelayaran oleh Israel. "Ini adalah langkah yang baik, akan lebih baik jika digandakan jarak yang diizinkan," tuturnya.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement