Ahad 02 Dec 2012 08:40 WIB

Palestina Kecam Pembangunan 3.000 Permukiman Yahudi

Permukiman Yahudi \'Maaleh Adumim\' yang dibangun di di Tepi Barat, wilayah Palestina.
Foto: AP
Permukiman Yahudi \'Maaleh Adumim\' yang dibangun di di Tepi Barat, wilayah Palestina.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Utusan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organisation/PLO), Maen Areikat, mengatakan rencana Israel untuk membangun 3.000 unit permukiman baru di Tepi Barat mencerminkan "kurangnya reaksi" Amerika terhadap gerakan sepihak Israel.

Areikat menyatakan sikap tegasnya, Jumat, di Washington sebagai tanggapan atas pengumuman pejabat pemerintah Israel tentang rencana Israel membangun 3.000 unit permukiman Yahudi. Pemukiman akan dibangun di area yang  disebut E-1 di Tepi Barat.

Israel mengumumkannya sehari setelah Palestina memenangkan pemungutan suara di PBB sebagai negara peninjau non anggota yang ditentang AS dan Israel.

''Pengumuman itu merupakan tantangan bagi mereka yang melawan usaha Palestina meningkatkan status di PBB," kata Areikat seperti dikutip Miraj News Agency.

"Ini menunjukkan kurangnya reaksi Amerika Serikat dan masyarakat internasional atas pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap kesepakatan sebelumnya yang mendorong kita  mendapatkan status di PBB,” tambahnya.

Areikat menilai sangat penting bahwa dunia, khususnya Amerika Serikat, mengambil pendekatan berprinsip dan seimbang. Itu guna memaksa Israel mematuhi hukum internasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement