Selasa 04 Dec 2012 16:46 WIB

Pasokan Senjata AS Dibalik Perang Geng Meksiko

Senjata ilegal di Meksiko (ilustrasi)
Foto: hispanicallyspeakingnews.com
Senjata ilegal di Meksiko (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA MEKSIKO--Setelah seorang anggota geng narkoba membunuh putranya tahun lalu, penyair Meksiko, Javier Sicilia memutuskan cara terbaik untuk menghadang aliran masuk senjata Amerika Serikat. Selama ini amunisi dan senjata api buatan AS dianggap telah mengobarkan kekerasan mengerikan yang mencabik negara itu.

"Jika kita tidak mampu menghentikan epidemi kekerasan yang dipicu oleh serangan bersenjata dan juga para pembunuh yang menggunakannya, maka kita akan terus hidup dalam neraka," ujar Javier dalam parade damai para aktivis di penjuru AS pada musim panas tahun lalu.

"Mengubah siklus kekerasan hanya bisa dari bawah, dari rakyat Meksiko dan Amerika Serikat," serunya seperti dikutil Global Post, Senin (3/12)

Ratusan keluarga dan kerabat korban turun ke jalan-jalan di kota-kota perbatasan dua negara dan menggelar jumpa pers dekat Washington. Mereka menggugat pemerintah dua negara yang mereka sebut 'tuli'.

"Kami tak mendapat tanggapan," ujar pakar keamanan nasional Meksiko, Sergio Aguayo, yang juga aktivis demokrasi. "Masyarakat AS tidak ingin melihat apa yang terjadi di Meksiko, tidak ingin bertanggung jawab atas situasi ini."

Korupsi di pemerintahan, kesenjangan ekonomi lebar dan ketidakpedulian masyarakat dianggap sebagai pendorong kekerasan yang telah merenggut 60 ribu nyawa dalam enam tahun terakhir. Namun di antara itu semua, senapan dan semua jenis senjata yang digunakan dalam kekerasan itu diselundupkan ke negara itu terutama dari Amerika Serikat.

Presiden Felipe Calderon, yang mundur pekan ini, mendesak Washington untuk memangkas aliran senjata di perbatasan dalam kampanye militernya menentang geng-geng narkoba.

Permintaan itu bukan perkara sepele. Meski otoritas AS tahu bahwa sebagian besar senjata api di Mesiko dan senapan datang dari AS, terutama Texas dan negara-negara bagian perbatasan, praktik itu ditindak lambat dan perdagangan senjata pun berlanjut terus.

Dalam dekade lalu, aparat keamanan Meksiko telah menyita lebih dari 150 ribu senjata api. Ketika sumber dilacak balik oleh Biro Alkohol, Tembakau dan Senjata Api AS (ATF) sebanyak 70 ribu dari mereka terbukti berasal dari AS, baik diimpor atau diproduksi oleh diler AS.

Polisi AS pun kerapmenyita dan mengamankan senjata serta amunisi di jalur perbatasan hingga menahan pelaku baik pembeli maupun penjual.

Presiden Barack Obama berulang kali menyatakan ia ingin menerapkan lagi larangan penggunaan senjata serang yang kedaluwarsa pada 2004, langkah yang diapresiasi dan diharapkan oleh Meksiko. Alasan utamanya, kebijakan itu bisa memangkas distribusi senjata kepada gangster.

Namun pengaruh dari salah satu lembaga lobi terkuat di Amerika, Asosiasi Rifle Nasional (NRA) dan grup lobi bersenjata lain menghambat kebijakan itu tidak sampai lolos.

                                                                           ***

Memang tidak semua senjata geng di Meksiko berasal dari Amerika Serikat. Aparat keamanan Meksiko di dekat perbatasan Texas, yang berperang dengan geng Zeta--didirikan 15 tahun lalu oleh para desertir angkatan darat yang menggabungkan taktik perang gerilya dengan kekerasan narkoba--baru-baru ini menyita puluhan rifle dan pistol, granat dan peluncur granat.

Meski senapan dan pistol hampir semuanya berasal dari utara Rio grande, granat dan peluncur ditengarai berasal dari Amerika, menurut laporan terkini PBB.

Enrique Peña Nieto, yang mengambil kursi kepresidenan Meksiko pada hari Sabtu, bersumpah untuk memperkuat pemeriksaan. Tapi presiden sebelumnya selalau membuat janji-janji serupa di masa lalu namun dengan sedikit hasil.

"Meksiko memikul tanggung jawab yang serius untuk korupsi di bea cukai, karena korupsi secara keseluruhan," kata Aguayo, analis keamanan nasional, dari perbatasan negaranya.

Yang jelas upaya kedua pemerintah menghentikan perdagangan senjata terbukti hanya memberi gangguan kecil untuk geng.

Yesus-Enrique Rejon, bos Zetas yang dikenal sebagai El Mamito, mengatakan kepada interogator setelah penangkapannya tahun lalu bahwa itu semua kebijakan hanya membuat "sedikit lebih sulit bagi kita untuk membawa senjata, tapi pada setiap tingkat, mereka sebelumnya tersedia."

"Mereka datang jembatan sebelumnya," katanya, "sekarang datang di sungai."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement