REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--NATO telah memberi jaminan kepada Moskow bahwa persekutuan Barat itu "tak merencanakan campur tangan militer" di Suriah, kata seorang pejabat senior militer Rusia, Kamis.
"Jaminan dari kepala Komite Militer NATO ini telah membuat puas pihak Rusia. Itu berarti jika NATO mau lebih condong ke posisi ini, blok itu takkan memulai operasi terhadap Suriah apa pun perkembangan di sana dan skenario Libya takkan terulang di Suriah," kata Kepala Departemen Kerja Sama Militer Internasional di Kementerian Pertahanan Rusia Sergei Koshelev kepada wartawan.
Ketua Komite Militer NATO Knud Barttles bertemu dengan Panglima Staf Umum Rusia Valery Gerasimov di Moskow, Kamis.
Menurut Bartles, NATO memiliki keprihatinan yang sama dengan Moskow mengenai situasi di Suriah dan berencana tetap mengadakan kontak erat dengan Rusia mengenai perkembangan di sana.
Koshelev mengatakan kata-kata Bartles "bertolak belakang dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton dan pejabat lain NATO", demikian laporan Xinhua, Kamis malam.
Selama pembicaraan tersebut, Gerasimov mengangkat masalah penggelaran rudal permukaan-ke-udara Patriot di Turki di dekat perbatasan dengan Suriah.
"Situasi di Suriah memburuk. Namun, NATO menggelar sistem anti-pesawat di Turki. Kami sangat percaya penyelesaian konflik di Suriah hanya mungkin dicapai oleh kedua pihak yang bertikai, bukan dengan keterlibatan pihak ketiga atau penggunaan kekuatan militer," kata Gerasimov.