REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Sejumlah sumber media Israel menyebutkan bahwa Israel akan menolak meletakkan kotak suara pemilu legislatif parlemen Knesset di kedutaan besarnya di Kairo, Mesir, sebagai persiapan pemilu yang akan digelar pada Januari 2013.
Kebijakan ini untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan antara Kairo dan Tel Aviv.
Harian Yediot Aharonot mengutip pernyataan Komisi Pemilihan Umum Pusat melaporkan bahwa tidak akan ada pembukaan kotak suara pemilu di kedubes Israel di Kairo.
''KPU mengisyaratkan bahwa dubes Israel di Mesir, Jacob Emati, dan anggota-anggota tim kedutaan besar akan terpaksa datang ke Israel untuk memberikan suaranya saat pemilu nanti,'' tulis laporan Yediot Aharonot yang dikutip Infopalestina.
KPU Israel beralasan bahwa penutupan kotak suara di kedutaan besarnya di Kairo karena beban anggota yang tinggi untuk para tim diplomat. Hal ini dinilai oleh para pengamat sebagai pertama kalinya dalam sejarah hubungan Israel dan Mesir setelah Ikhwanul Muslimin ke puncak kekuasaan di negeri piramida tersebut.