REPUBLIKA.CO.ID,Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Ahad (16/12), mendesak pihak yang bertikai di Suriah agar menghindari pengungsi Palestina dan kamp mereka.
"Kami dengan khawatir mengikuti perkembangan mengenai dampak yang dihadapi rakyat kami dan kamp di Suriah dalam konflik internal, yang disesalkan di sana," kata Abbas dalam pernyataan singkat yang disiarkan kantor berita resmi Palestina, Wafa.
Pada Ahad pagi, Observatorium Suriah bagi Hak Asasi Manusia, kelompok pegiat yang berpusat di London, mengatakan satu MiG Suriah membom beberapa bagian kamp pengungsi Palestina, Yarmouk, di Ibu Kota Suriah, Damaskus. Ditambahkannya, delapan orang tewas dalam peristiwa tersebut.
Selain itu, bentrokan sengit antara komite setempat dan gerilyawan bersenjata dilaporkan berkecamuk pada Ahad di kamp tersebut, kata Xinhua, Senin. Bentrokan di Daerah Yarmouk telah meningkat selama beberapa hari sebelum mencapai puncaknya pada Sabtu, kata beberapa laporan.
Desas-desus beredar pada Sabtu (15/12) bahwa gerilyawan telah menguasai kamp itu, tapi media resmi Suriah membantah laporan tersebut dan mencapnya tidak benar.
Komite lokal di kamp tersebut dikuasai oleh Front Rakyat bagi Pembebasan Palestina -Komando Umum (PFLP-GC), yang dipimpin oleh Ahmad Jibril.
Menurut sebagian laporan, gerilyawan yang bertempur di kamp itu melawan komite lokal berasal dari kelompok HAMAS, yang anggotanya belum lama ini telah meninggalkan Suriah dan secara ideologi memihak kepada gerilyawan.
Melibatkan orang Palestina dalam krisis maut di Suriah menambah rumit peta politik di negara Arab tersebut --yang menampung lebih dari 500.000 pengungsi Palestina.