Jumat 21 Dec 2012 10:36 WIB

Obama Diminta Ubah Taktik Hadapi Iran

Rep: Nur Aini/ Red: Dewi Mardiani
Presiden AS Barack Obama
Foto: AP Photo/Carolyn Kaster
Presiden AS Barack Obama

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama diminta tim ahli dan mantan pejabat untuk mengubah taktik melawan Iran. Perubahan taktik tersebut memperingatkan AS akan penggunaan sanksi yang lebih keras untuk Iran.

"Harus ada sanksi yang tepat dan proporsional dari sanksi internasional terhadap Iran, " kata tim ahli dan mantan duta besar negara-negara Eropa yang dituliskan dalam surat.

Surat itu menyebutkan Iran terbiasa menderita karena sanksi dan mengingatkan janji presiden AS untuk menyelesaikan masalah nuklir Iran secara diplomatis. Mereka juga meminta Obama menggunakan waktunya untuk membuat inisiatif diplomatik yang kuat.

"Kami mendorong Anda untuk mengarahkan tim agar serius, bernegosiasi dengan pemerintah Iran," tulis mereka seperti dikutip PressTV, Jumat (21/12).

Mereka masih mempertimbangkan penggunaan militer terhadap Iran. "Akan menjadi kontraproduktif dan mahal," tulis mereka. Dalam surat tersebut juga dikatakan sanksi internasional, bahkan jika sudah diperketat pun tidak mungkin menghentikan kegiatan nuklir Iran.

Amerika Serikat, Israel, dan sekutunya terus menuduh Iran memiliki senjata pemusnah massal nuklir untuk menyerang sipil. Padahal, Iran telah menandatangani Traktat Non-Proliferasi dan menjadi anggota dari Badan Energi Atom Internasional yang berhak mengembangkan dan memperoleh tenaga nuklir untuk tujuan damai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement