Jumat 21 Dec 2012 11:01 WIB

Perahu Karam, 55 Orang Tewas Tenggelam

Nyaris tenggelam/ilustrasi
Foto: telegraph.co.uk
Nyaris tenggelam/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Sebanyak 55 orang tewas karena tenggelam dan hilang, setelah satu perahu kelebihan penumpang terbalik di lepas pantai Somalia, Selasa (18/12) malam waktu setempat.

Badan Pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan, ini menjadi tragedi terbesar di Teluk Aden selama dua tahun belakangan.

"Ini adalah kehilangan nyawa terbesar di Teluk Aden sejak Februari 2011," kata Juru Bicara PBB, Eduardo del Buey kepada wartawan di markas PBB, New York, Amerika Serikat.

Eduardo menjelaskan menurut lima saksi perahu tersebut kelebihan penumpang dan menghadapi masalah tak lama setelah meninggalkan Pelabuhan Bosasso di Somalia utara.

"Perahu itu terbalik hanya 15 menit setelah berlayar. Sehingga semua 60 penumpangnya tercebur ke laut. Mereka yang berada di perahu itu adalah warganegara Somalia dan Ethiopia," ungkap del Buey.

Sejauh ini, baru 23 jenazah yang ditemukan, rinciannya 14 perempuan, delapan lelaki dan satu anak lelaki yang berusia kurang dari empat tahun,

UNHCR menjelaskan 32 penumpang lainnya diperkirakan tenggelam hingga tewas. "Seratus ribu orang telah menyeberangi Laut Merah dan Teluk Aden tahun ini, kendati ada peringatan dari UNHCR dan lembaga bantuan lain mengenai resiko perjalanan seperti itu," kata del Buey.

Menurut UNHCR, selain kelebihan penumpang, perahu yang mereka naiki juga tak layak berlayar. Para korban meninggalkan wilayah Tanduk Afrika seringkali menjadi korban penyelundupan. Di tangan para penyelundup tersebut mereka dapat menghadapi eksploitasi, pemerasan dan bahkan kematian.

sumber : AFP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement