REPUBLIKA.CO.ID, Operasi pesawat pengebom AS yang bekerja sama dengan militer Yaman untuk memberantas kelompok Militan Alqaidah dikabarkan juga ikut dibantu Angkatan Udara Arab Saudi.
Bantuan AS kepada Yaman berupa Pesawat pengebom tak berawak yang akan membombardir wilayah-wilayah semenanjung Arabia yang disinyalir sebagai markas Alqaidah.
Arab Saudi yang tak mau ketinggalan juga menggunakan jet tempurnya di Yaman, seperti diberitakan AFP, Ahad (6/1). Militan Alqaida dianggap sebagai musuh bersama yang diklaim sebagai kelompok teroris paling berbahaya di dunia.
Operasi militer tersebut disambut baik Presiden Yaman, Abd Rabbo Mansour Hadi. Menurutnya, operasi pemberantasan Alqaidah dengan serangan bom udara merupakan media yang tepat dalam memerangi jaringan yang masih bercokol di Semenanjung Arabia itu.
Operasi pengeboman oleh pesawat tak berawak AS yang bekerja sama dengan Angkatan Udara Saudi itu ternyata tak berjalan mulus. Sejumlah tokoh politik Yaman mengecam aksi tersebut disebabkan sudah menelan korban dari warga sipil. Namun pihak militer AS membantahnya dengan dalih korban warga sipil tersebut hanya berjumlah sangat sedikit.
Sejauh ini, operasi militer tersebut telah berhasil membunuh tiga orang anggota Alqaidah, seperti dilaporkan New America Foundation. Namun korban dari warga sipil Yaman yang sudah tewas sudah mencapai 35 orang.