REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israel berencana membangun pagar perbatasan dengan Suriah. Langkah itu dilakukan untuk mengamankan wilayah Israel, menyusul semakin meluasnya perang di Suriah.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan militer Suriah pro Presiden Bashar Assad meninggalkan perbatasan. Sementara pasukan pemberontak memasuki wilayah sekitar perbatasan. Jadi, Netanyahu menilai perlunya melindungi wilayah Israel agar perang tak meluas ke Negeri Zionis tersebut.
"Karena itulah kami akan mempertahankan perbatasan dari para penyusup dan teroris," kata Netanyahu dalam rapat kabinetnya, Ahad (6/1), seperti dilaporkan the New York Times, Senin (7/1).
Netanyahu menilai kondisi Suriah semakin tidak aman dan mengkhawatirkan. Sebab peperangan di Suriah sudah penggunaan senjata kimia.
"Kami bekerjasama dengan Amerika Serikat supaya kami siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi," sebut dia.
Namun, ide Netanyahu dinilai sebagai pencitraan menyusul bakal digelarnya Pemilu Israel pada 22 Januari mendatang.