Jumat 11 Jan 2013 09:46 WIB

Lagi, Pelajar di AS Jadi Korban Penembakan

Penembakan (ilustrasi).
Foto: mjknightsmilitaryeffects.co.uk
Penembakan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LOS ANGELES -- Peristiwa penembakan di lingkungan sekolah di Amerika Serikat (AS) kembali terjadi.

Dua orang cedera dalam penembakan di satu sekolah menengah di Negara Bagian California, AS, Kamis pagi (10/1), dan tersangka penembaknya kini berada di dalam tahanan, kata polisi setempat.

Semua murid di Taft Union High School di Taft City, Kern County, diungsikan ke satu lapangan sepak bola setelah penembakan terjadi di bangunan sains sekitar pukul 09.00 waktu setempat, Kamis (00.00 WIB, Jumat, dan orang tua murid diberitahu agar mengambil mereka, kata polisi.

Salah satu korban menderita luka ringan dan satu lagi, yang dikonfirmasi sebagai siswa, dibawa melalui udara ke Kern Medical Center untuk perawatan. Belum ada keterangan mengenai kondisi murid itu.

Juru Bicara Sheriff Kern County Ray Pruitt memberitahu wartawan tersangka penembak diduga adalah seorang murid dan segera dibawa ke tahanan polisi setelah penembakan, demikian laporan Xinhua. Sepucuk senjata api ditemukan.

Alasan penembakan tersebut masih diselidiki, kata Pruitt.

Peristiwa itu terjadi saat Wakil Presiden AS Joe Biden mengadakan pembicaraan di Washington dengan pemburu, kelompok pemerhati margasatwa dan kelompok hak kepemilikan senjata api mengenai pengawasan senjata api. Biden mengatakan ia akan menyampaikan saran kepada Presiden Barack Obama awal pekan depan.

Serangkaian penembakan membabi-buta melanda Amerika Serikat tahun lalu dan memicu perdebatan baru tentang pemantauan senjata api di kalangan warganegara Amerika.

Pada 14 Desember, penembakan di satu lingkungan sekolah di Sekolah Dasar Connecticut menewaskan 20 murid dan enam orang dewasa. Sebelumnya, penembakan di gedung bioskop di Colorado menewaskan 12 orang dan melukai 58 orang lagi.

Dengan jumlah warga hampir 10.000, Taft adalah masyarakat pertanian dan perminyakan, sekitar 120 mil di sebelah barat-laut Los Angeles.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement