Senin 21 Jan 2013 14:24 WIB

Mahasiswa Indonesia di Sudan Minta Diperhatikan

Rep: Fitriyan Zamzami/ Red: Mansyur Faqih
Beasiswa (ilustrasi)
Beasiswa (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Mahasiswa Indonesia di Sudan memohon agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada para pelajar di luar negeri. Khususnya terkait pendanaan pendidikan dan fasilitas hunian.

Permohonan tersebut disampaikan Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) setempat kepada pada sejumlah delegasi DPR dalam acara temu muka di kediaman Dubes RI untuk Sudan.  

Wartawan Republika, Fitriyan Zamzami dari Khartoum melaporkan, kebanyakan mahasiswa Indonesia di Sudan tinggal di asrama yang disediakan kampus. Kondisi asrama di Universitas Afrika di Khartoum misalnya. Terlihat sesak dengan kebersihan yang tak terurus.

Sejumlah mahasiswa yang mengejar gelar S2 dan S3 ilmu agama di Sudan yang ditemui Republika juga hidup seadanya. Ditambah dengan adanya blokade transaksi keuangan internasional di Sudan yang semakin membuat mahasiswa kesulitan menerima kiriman uang dari Tanah Air.

Duta Besar RI untuk Sudan, Sujatmiko mengaku sudah mengupayakan permintaan bantuan ke Kementerian Agama untuk meringankan beban para mahasiswa. Meski sudah ditanggapi, pendanaan tersebut belum kunjung terwujud.

Bantuan biaya hidup di negara-negara berkembang juga jadi salah satu poin rekomendasi PPMI yang disampaikan ke anggota dewan. Poin lainnya adalah desakan konsistensi moraturium TKI serta transparansi perjalanan ke luar negeri para legislator.

Anggota dewan yang menemui para mahasiswa di antaranya Nurhayati Ali Assegaf dan AT Sugandi dari Fraksi Demokrat, Suharman Hidayat dari Fraksi PKS, dan Arif Budimanta dari PDI perjuangan. Mereka hadir di Sudan untuk menghadiri konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI.

Menanggapi permintaan para Mahasiswa, Arif Budimanta mengatakan akan segera menindaklanjuti di Jakarta. Sementara Suharman meminta bantuan pembiayaan untuk mahasiswa di negara berkembang dimasukkan dalam usulan penggunaan dana anggaran pendidikan.

Sampai awal 2013 ini, tercatat 315 mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di Sudan. Para mahasiswa tersebar di Universitas Islam Omdurman, Universitas Afrika, dan Universitas Alquran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement