Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Ban: Bantuan untuk Pulihkan Psikis Warga Suriah

Rabu 30 Jan 2013 18:17 WIB

Red: Heri Ruslan

Ban Ki Moon

Ban Ki Moon

Foto: Wahyu Putro/Antara

REPUBLIKA.CO.ID,  Laporan Syahruddin el-Fikri dari Kuwait City

KUWAIT CITY -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon menegaskan, bantuan yang diterima dari negara-negara donor hasil penggalangan dana yang dilakukan untuk membantu Suriah, bukanlah untuk membeli persenjataan bagi penduduk sipil Suriah.

"Bantuan itu untuk membantu memulihkan kondisi fisik dan psikis warga Suriah," ujar Ban Ki-moon dalam Konferensi Internasional Kemanusiaan untuk Suriah yang diselenggarakan di Kuwait City, Rabu (30/1).

Dalam konferensi yang diikuti sekitar 70 delegasi yang berasal negara-negara donor dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu, mengupayakan bisa mengumpulkan dana sekitar 1,5 juta miliar dolar hingga Juni 2013 mendatang. PBB menunjuk Pemerintah Kuwait untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan konferensi ini.

Ban Ki-moon menegaskan hal ini terkait banyaknya permintaan dari sejumlah pihak yang meminta supaya warga Suriah dipersenjatai untuk melawan pemerintah. Ban menegaskan, pihaknya tidak mau terjebak dalam masalah konflik yang terjadi.

Pihaknya hanya ingin pertikaian yang terjadi di negara yang dipimpin oleh Bashar al-Assad itu segera berakhir. "Apapun bentuk kekerasan, harus segera dihentikan," tegasnya.

Sebab, kata dia, semua konflik itu telah menyebabkan berbagai kerusakan baik fisik maupun nonfisik. Ia menambahkan, akibat konflik yang terjadi di Suriah, sampai saat ini sekitar empat juta orang kehilangan tempat tinggal. Bahkan, sekitar 540 ribu jiwa di antaranya adalah anak-anak.

Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Sabah al-Khaled al-Sabah menegaskan, pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong terciptanya perdamaian yang terjadi di Suriah. Dan Pemerintah Kuwait, kata dia, tak mau terjebak dalam persoalan konflik yang terjadi.

"Kita ingin semuanya berdamai, tak ada konflik dan jatuhnya korban jiwa," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA