REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Presiden Mesir Muhammad Mursi menawarkan dialog nasional kedua kepada kelompok oposisi. Mursi mengatakan, rencana tersebut selambatnya akan berlangsung pekan mendatang.
Hal tersebut untuk memperkuat stabiltas dan keamanan yang mulai kondusif di negara tersebut. "Presiden akan hadir (dalam dialog-red). Semua kekuatan politik agar mengambil peran," kata pejabat kepresidenan, seperti dikuti Egypt Independent, Selasa (5/2).
Dialog nasional ke dua sebenarnya diagendakan pekan ini. Namun, Konfrensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Negara-negara Islam (KTT-OIC) memaksa kepresidenan menunda dialog tersebut.
Mursi sibuk menjadi tuan rumah perhelatan 57 negara Islam, Selasa (5/2). Mursi juga bersiap diri untuk mengambil alih kepemimpinan OIC menggantikan Sekertaris Jenderal OIC, Ekmeleddin Ihsanoglu yang akan usai masa kerjanya.
Menjadi tuan rumah untuk agenda internasional, menggambarkan keamanan domestik beringsut stabil. Presiden yang diusung Ikhwanul Muslimin dan Partai Salafi ini menerangkan, dialog memungkinkan kekuatan politik dalam negeri bisa mengikis perbedaan.
Koridor demokrasi dikatakan dia, tidak terbuka tanpa adanya dialog. "Tidak ada alternatif lain (selain dialog)," kata dia.