Kamis 07 Feb 2013 20:00 WIB

Kisah 'Final Destination' dari Kebakaran Klub Malam Brasil

Rep: Ditto Pappilanda/ Red: Dewi Mardiani
Kebakaran di sebuah nightclub Santa Maria, Brasil
Foto: guardian
Kebakaran di sebuah nightclub Santa Maria, Brasil

REPUBLIKA.CO.ID, SANTA MARIA -- Nasib mahasiswi asal Brasil ini sama sekali tak bermaksud meniru jalan cerita film thriller, Final Destination. Tetapi kemiripan keduanya cukup membuat merinding.

Jessica, 21 tahun, secara tak sengaja berhasil lolos dari peristiwa kebakaran klub malam yang menewaskan ratusan pengunjungnya. Banyak di antara korba dikenal oleh Jesica. Tetapi maut tampaknya tak bisa dicurangi. Sepekan kemudian, Jessica tewas bersama pacarnya dalam sebuah kecelakaan mobil.

Jessica sendiri ikut sebagai panitia yang mengatur pesta di Kiss Night Club di hari nahas tersebut. Tentunya, Jessica yang juga menjual tiket acara, harus datang bersama teman-teman panitia lainnya. Namun telepon dari sang pacar membuat Jessica terhindar menjadi bagian dari 238 korban tewas malam itu.

Entah firasat apa yang membuat Adriano menelepon Jessica untuk memintanya tidak usah pergi ke pesta. Seperti dikutip dari Daily Mail, Jessica rupanya menuruti permintaan Adriano, yang tinggal di kota yang berbeda. Beberapa jam kemudian, permintaan sang pacar tanpa diduga menghindarkan Jessica dari kepungan api dan asap yang membunuh teman-teman kampusnya.

Menurut pengakuan Nilton, ayah dari Adriano, "Puteraku mungkin merasakan suatu firasat, dan dia meminta Jessica untuk tidak pergi, dan Jessica pun memutuskan untuk menurutinya."

Saat seantero negeri dikejutkan oleh peristiwa kebakaran Kiss Night Club, Jessica merasa bersyukur telah mendengarkan pacarnya. Adriano pun diyakini Jessica sebagai malaikat penjaganya, dan Adriano pun menjadi pahlawan karena setidaknya menyelematkan satu nyawa.

Di akun media sosialnya, Adriano menuliskan, "Setelah yang terjadi di Santa Maria, banyak yang aku kenal telah kehilangan nyawanya. Bagi mereka yang bertahan hidup, puji Tuhan dan berdoa untuk mereka yang telah pergi, dan bagi keluarga yang ditinggal untuk diberi kekuatan untuk melalui kehilangan besar ini."

Hari berikutnya, Jessica memutuskan menjemput Adriano di kota Toledo tempatnya bekerja. Kedua hendak kembali ke Santa Maria dengan bermobil dengan menempuh jarak 131 kilometer untuk menghabiskan malam minggu berdua.

Laporan berikutnya datang dari pihak kepolisian. Disebutkan bahwa mobil Volkswagon yang ditumpangi keduanya belum jauh meninggalkan kota Toledo saat bertabrakan dengan truk yang melaju kencang dari arah berlawan. Kali ini, Jessica beserta Adriano tak berhasil menghindari maut untuk kedua kalinya. Mereka tewas meski sempat dibawa ke rumah sakit.

Ayah Adriano tak menyangka putranya justru akan kembali ke rumah dalam keadaan tak bernyawa. "Adriano selalu menelepon ke rumah, menceritakan kalau dia kesepian, dan akan segera kembali ke rumah begitu dia menemukan pekerjaan di kota ini. Sekarang dia telah pulang, hanya saja dengan jalan yang berbeda," kata Nilton. Pihak keluarga setuju untuk menguburkan jasad Jessica dan Adriano berdampingan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement