Rabu 13 Feb 2013 22:05 WIB

Oposisi Suriah Rebut Pangkalan Udara Militer

Rep: Nur Aini/ Red: Karta Raharja Ucu
Asap hitam membubung dari distrik Salah Eddin, Aleppo saat bentrok antara pemberontak dengan militer Suriah (Reuters/Goran Tomasevic)
Asap hitam membubung dari distrik Salah Eddin, Aleppo saat bentrok antara pemberontak dengan militer Suriah (Reuters/Goran Tomasevic)

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Opisisi Suriah merebut pangkalan udara militer di utara kota Aleppo. Mereka kini mengendalikan pangkalan al-Jarrah setelah beberapa hari bertempur dengan pasukan keamanan.

Laporan tersebut datang hanya sehari setelah oposisi menyerbu bendungan terbesar di Suriah. Badan Pengawas HAM Suriah (SOHR) menyatakan 40 tentara pemerintah tewas dalam penyerangan di al-Jarrah. Direktur SOHR, Rami Abdel Rahman mengatakan oposisi merebut jet tempur.

Video amatir yang diunggah ke internet memperlihatkan oposisi menduduki pangkalan udara dengan helikopter dan jet tempur diparkir di sekitarnya.

Bulan lalu, oposisi mengambil alih pangkalan udara militer strategis Taftanaz setelah berminggu-minggu terjadi pertempuran sengit dengan pasukan pemerintah.

BBC menulis pangkalan tersebut merupakan pusat logistik dan tempat sejumlah helikopter yang digunakan untuk membom wilayah oposisi di utara.

Sehari sebelumnya, bendungan Thawra di Eufrat di Provinsi Raqa diambil alih oposisi. Fasilitas tersebut menyediakan listrik ke kota Aleppo.

Bendungan tersebut dilaporkan masih beroperasi. Pihak oposisi diperintahkan komando mereka untuk tidak mengganggu para buruh.

Fasilitas tersebut merupakan proyek besar dengan Uni Soviet pada 1960 dan memegang nilai simbolis bagi pemerintah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement