REPUBLIKA.CO.ID, SIDNEY -- Israel diam-diam memenjarakan seorang pria Australia yang merupakan agen mata-mata Mossad. Alasannya, pria itu diyakini telah membocorkan Israel.
Ben Zygier, agen mata-mata tersebut diduga membocorkan operasi Mossad kepada lembaga pertahanan Australia. Pekan lalu, suratkabar Austalia, ABC News mengidentifikasi Zygier sebagai Tahanan X yang keberadaannya tidak diakui Israel.
Dia dilaporkan bunuh diri setelah kasusnya muncul pada 2010. Laporan ABC tersebut membuat perdebatan media massa di Israel. Pemerintah Israel kemudian terdesak untuk mengeluarkan rincian tahanan tersebut.
BBC melansir Zygier diketahui mengubah naman dan paspornya beberapa kali. Dia menggunakan identitas tersebut untuk pekerjaan Mossad di Eropa dan Timur Tengah.
Dia juga diberitakan telah mendirikan sebuah perusahaan komunikasi di Eropa untuk Mossad yang mengekspor komponen elektronik untuk negara-negara Arab dan Iran.
ABC melaporkan Mossad mengetahui Zygier memiliki kontak dengan agen ASIO (agen pertahanan Australia) selama tinggal di Australia. Dia diyakini telah ditangkap pada 2010 dan dipenjara di Ayalon yang memiliki keamanan maksimum.
Zygier dilaporkan telah gantung diri di penjara pada Desember 2010. Kasus Zygier terungkap setelah sebuah situs suratkabar Israel memberitakan cerita tersebut. Namun, laporan itu dihapus atas perintah pemerintah.