REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT -- Menteri Urusan Sosial Lebanon, Wael Abou Faour, menegaskan Pemerintah Lebanon masih tetap berpegang pada keputusannya untuk terus membuka perbatasannya dengan Suriah buat pengungsi Suriah dan Palestina.
Abou Faour mengatakannya setelah menggelar pertemuan dengan wakil dari Dewan Tinggi PBB Urusan Pengungsi, Ninette Kelly, dan wakil PBB di Lebanon, Robert Warkins. Dia mengatakan pemerintah Lebanon dan masyarakat menghadapi tantangan bagi masalah pengungsi Suriah.
Abou Faour menyampaikan harapan bahwa upaya internasional akan mengarah pada penyelesaian yang akan mengakhiri pertumpahan darah di Suriah. ''Upaya internasional diharapkan bisa mengakhiri masalah orang yang kehilangan tempat tinggal,'' katanya.
Sementara, Watkins mengakui Lebanon menghadapi arus tinggi pengungsi Suriah. ''Lebanon saat ini menampung lebih dari 317.000 pengungsi,'' demikian laporan Xinhua yang dipantau Antara.
Kelly memuji peran Lebanon dalam menampung pengungsi Suriah. Pada Januari lalu, Lebanon mengajukan rencana untuk meminta masyarakat internasional memberi bantuan keuangan sebesar 370 juta dolar AS.