Rabu 06 Mar 2013 22:16 WIB

WNI Aman, Jauh dari Area Konflik di Sabah

Rep: Lingga Permesti/ Red: Dewi Mardiani
Polisi Malaysia memeriksa kendaraan yang lewat di daerah Sabah, Malaysia
Foto: REUTERS/Bazuki Muhammad
Polisi Malaysia memeriksa kendaraan yang lewat di daerah Sabah, Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, SABAH -- Situasi WNI di Sabah yang diungsikan aman, berjarak sekitar 130 km dari pusat konflik. Demikian Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), PLE Priatna, di Jakarta, Rabu (6/3) menegaskan informasi terakhir di Sabah.

"Kemenlu melalui KJRI Kota Kinabalu terus memantau dan berkomunikasi dengan pihak Pemerintah di Sabah," kata Priatna dalam rilisnya kepada Republika, Rabu (6/3).

Sejak 4 Februari 2013, semua penduduk di kawasan Kampung Tanduo harus meninggalkan tempat tinggal dan pindah sementara ke lokasi yang lebih aman. “Setiap penduduk, tidak terkecuali WNI yang berada di radius 20 km dari area konflik telah dipindahkan dan mereka berada di tempat yang aman,” imbuh Priatna.

Sementara itu dari Kota Kinabalu, Konjen Soepeno Sahid, menuturkan terus berkoordinasi secara intens dengan aparat keamanan dan manajemen Felda (Federal Land Development Agency), instansi perladangan di Malaysia. KJRI telah mengirimkan surat resmi ke Ketua Majelis Keselamatan Negara Negeri Sabah.

Dalam surat tersebut KJRI meminta jaminan keselamatan terhadap WNI/TKI. KJRI juga meminta Majelis Keselamatan Negara Negeri Sabah untuk menyampaikan info atau perkembangan penanganan aparat keamanan atas insiden Lahad Datu.

Selain itu, KJRI juga mengirimkan surat ke seluruh manajer ladang sawit se-Sabah untuk meminta pihak manajemen menjaga keselamatan WNI/TKI dan membekali para WNI/TKI dokumen perjalanan untuk keperluan keluar ladang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement