Senin 11 Mar 2013 13:46 WIB

Di Bawah Ancaman Korut, Korsel-AS Tetap Latihan Bersama

Rep: Indah Wulandari/ Red: Djibril Muhammad
Bendera Korsel
Bendera Korsel

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL — Korea Selatan dan Amerika Serikat tetap memulai latihan militer bersamanya, Senin (11/3) meskipun Korea Utara mengancam mencabut perjanjian gencatan senjata serta merancang serangan senjata nuklir buat AS.

Sekitar 10 ribu tentara Korsel dan 3 ribu pasukan AS seakan tidak menghiraukan ancaman Korut dengan memulai latihannya di perbatasan utara kedua negara.

Saat berusaha dikonfirmasi kantor berita AP, pejabat militer Korsel belum bisa menjawab panggilan. Lantaran selama pelatihan, sarana komunikasi sengaja diputus.

Reaksi Korut terhadap pelatihan militer ini dilatarbelakangi kecurigaan pascamereka menerima sanksi dari PBB karena melakukan uji nuklir pada 12 Februari lalu. Pemimpin Korut Kim Jong-un percaya, latihan rutin Korsel-AS kali ini untuk mempersiapkan serangan bagi negaranya. 

Korsel merespon ancaman saudaranya itu dengan tenang. President Korsel Park Geun-hye melalui Kementerian Pertahanan mengirimkan pesan pada Korut pada Jumat lalu bakal ‘dihabisi’ dari muka bumi jika menggunakan senjata nuklirnya. 

Sementara pihak AS juga sudah menyatakan siap jika tiba-tiba mendapat serangan dari Korut. Maka, rencana pelatihan bersama militer Korsel-AS yang dijadwalkan selama 11 hari tetap berjalan. Lantaran sumber resmi AS telah menegaskan, latihan ini tidak terkait dengan konflik di Kepulauan Korea. 

Kim Jong-un sendiri menyikaspi ancamannya dengan serius. Pekan lalu dia mengunjungi pangkalan militernya di perbatasan agar siaga sewaktu-waktu meluncurkan senjatanya ke pihak musuh. "Pasukan kami sudah siap berperang jika musuh mulai memprovokasi," ujar Kim pada Korean Central News Agency (KCNA).

Kekhawatiran para pengamat bermunculan dengan aksi kedua Negara Gingseng ini. Korut dikenal mempunyai koleksi senjata luncur dan senjata berat lainnya. Bahkan dalam catatan sejarah 2010, Korut membom wilayah Korsel dan meluncurkan torpedonya pada kapal perang Korsel. Sekitar 50 warga Korsel menjadi korbannya.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement