REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Gedung Putih, Senin, menolak keras tuduhan-tuduhan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, bahwa Amerika Serikat berkolusi dengan Taliban untuk membenarkan kehadiran pasukan AS di negaranya.
"Itu pasti salah dan tak seorang pun percaya itu," kata juru bicara Gedung Putih, Jay Carney, ketika ditanya tentang pernyataan Karzai.
Dalam komentar yang merusak kunjungan pertama Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, Karzai menuduh bahwa pemboman-pemboman Taliban membantu Amerika Serikat berdebat untuk kehadiran militernya jangka panjang.
Karzai menuding Washington sedang melakukan pembicaraan "setiap hari" dengan gerilyawan di balik punggung pemerintahannya.
"Ini adalah slogan mereka untuk 2014, untuk menakut-nakuti kita bahwa jika AS tidak ada di sini, orang-orang kami akan disingkirkan," kata Karzai.
Hagel mengatakan kepada Karzai bahwa tuduhan itu tidak benar. Tetapi, ia mengecilkan komentar presiden dan mengatakan pemimpin Afghanistan itu sedang menghadapi tekanan politik.
Menggemakan pernyataan komandan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal Joseph Dunford menjelaskan Gedung Putih mengatakan tudingan Karzai semua salah.
"Amerika Serikat telah menghabiskan darah dan harta banyak selama 12 terakhir tahun mendukung rakyat Afghanistan dalam upaya untuk menjamin stabilitas dan keamanan di negara itu,'' katanya. "Hal terakhir yang kita akan lakukan adalah menolak segala bentuk kekerasan, terutama yang melibatkan warga sipil yang tak berdosa.''