Kamis 14 Mar 2013 00:50 WIB

Putaran Kedua Pemilihan Paus Tetap Alot

Rakyat Italia menunggu asap yang keluar dari cerobong Gereja Sistine dari Halaman St Peter saat pertemuan para kardinal untuk memilih Paus baru.
Foto: associated press
Rakyat Italia menunggu asap yang keluar dari cerobong Gereja Sistine dari Halaman St Peter saat pertemuan para kardinal untuk memilih Paus baru.

REPUBLIKA.CO.ID, VATICAN CITY -- Para kardinal tetap terpecah menjadi dua saat pemilihan paus, Rabu (13/3). Kondisi itu berlangsung setelah tiga putaran pemungutan suara. Hal itu mengindikasikan bahwa ketidaksetujuan tetap ada atas arah gereja katolik setelah pengunduran mendadak Paus Benedict XVI.

Hari kedua setelah pertemuan itu, asap hitam tebal keluar dari cerobong di atas gereja Sistine. Asap itu mendorong rasa tak suka dari ribuan orang yang mengikuti pemilihan tersebut dari luar gereja di halaman St Peter.

"Saya tak senang melihat asap hitam itu. Kita inginnya warna putih," kata pendeta ThankGod Okoroafor, mahasiswa Nigeria yang belajar teologi di Holy Cross University di Roma. Dia berpendapat, mungkin asap itu menandakan para kardinal masih membutuhkan waktu dan tidak membuat kesalahan dalam memilih.

Juru Bicara Vatikan, Pendeta Federiko Lombardi menekankan bahwa kelanjutan pemilihan itu adalah bagian yang wajar dalam pemungutan suara dan tidak menandakan perpecahan di antara para kardinal. Dia menyuatakan, hanya satu kali di abad sebelumnya yang memilih seorang paus dalam putaran ketiga, yaitu Paus Pius XII. Dia terpilih pada malam Perang Dunia ke-II.

"Hal ini sangat normal. Ini bukanlah pertanda adanya perpecahan di dalam  forum, tapi sebagai proses penajaman alami," katanya. Untuk menjadi seorang paus, dia harus mengantongi 77 suara, atau dua pertiga dari 115 kardinal.

sumber : AP
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement