Jumat 15 Mar 2013 21:08 WIB

Pemimpin Anti Alqaeda dan Keluarganya Tewas Ditembak

Rep: Hannan Putra/ Red: A.Syalaby Ichsan
Milisi sahwa
Foto: al-sahwa.blogspot.com
Milisi sahwa

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Sejumlah pria bersenjata dengan seragam militer menyerang sebuah rumah yang diduga kuat milik seorang pemimpin milisi Irak yang anti-Alqaeda Khalil al-Ajili di Baquba utara Baghdad, Jumat (15/3).

Serangan tersebut menewaskan Khalil beserta tiga orang anaknya. Pejabat kepolisian setempat menyebutkan, pria bersenjata sempat mengikat tangan dan menyandera Al-Ajili. Selanjutnya, mereka membunuh salah seorang putranya yang juga disandra di dalam rumah itu.

Sementara, dua anak Al-Ajili yang lain mencoba kabur. Mereka pun tertembak dan tewas di halaman rumahnya, seperti dilaporkan Alarabiya.net (15/3). Dokter Rumah Sakit Umum Baquba membenarkan adanya penembakan tersebut.

Pihaknya mengonfirmasi empat orang yang terbunuh yaitu Al-Ajili dan tiga orang anaknya. Tewasnya Al-Ajili dan tiga orang putranya telah menambah jumlah korban yang tewas dari pihak anti Alqaida yang disebut milisi Sahwa menjadi 17 orang dalam bulan Maret ini.

Milisi Sahwa adalah kelompok anti Alqaeda yang terdiri dari suku Arab Sunni yang tergabung dengan militer AS. Mereka melawan Alqaeda sejak tahun 2006 dan membantu Pemerintah Irak memberantas pemberontakan.

Akhir Januari lalu, Pemerintah Irak mengumumkan sekitar 41 ribu pejuang Sahwa menerima tunjangan sebesar 500 ribu dinar Irak (415 USD) per bulan dari pemerintah Irak. Tunjangan naik dari anggaran sebelumnya sebesar 300 ribu dinar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement