Sabtu 16 Mar 2013 19:10 WIB

Pimpinan Kelompok Bersenjata Sulu Tinggalkan Sabah

Sabah salah satu kesultanan dibawah federasi Malaysia
Foto: Googlemap
Sabah salah satu kesultanan dibawah federasi Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, KUALALUMPUR -- Pemimpin bersenjata Sulu, Agbimuddin Kiram diyakini polisi Diraja Malaysia, sudah angkat kaki dari Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Kepala kepolisian Sabah, Hamza Taib mengatakan bukti menunjukkan Agbimuddin mungkin telah melarikan diri pada Selasa atau Rabu kemarin dan kembali ke Filipina selatan.

Hamza memprediksi mungkin Agbimuddin bersembunyi di salah satu pulau Tawi-Tawi Filipina selatan, yang berjarak kurang dari satu jam ke pantai timur Sabah.

Secara terpisah Kepala Angkatan Bersenjata Malaysia, Mohd Zin Zulkifeli mengatakan sebelumnya Agbimuddin meninggalkan anak buahnya dan melarikan diri ke Filipina selatan, tempat asalnya.

"Otoritas Malaysia sedang mengumpulkan bukti untuk mengekstradisi Agbimuddin ke Malaysia danguna menghadapi dakwaan," kata Hamzah.

Agbimuddin memimpin sekitar 200 orang bersenjata di Sabah pada awal Februari. Kehadiran Agbimuddin ke Sabah untuk memerangi Malaysia yang mengklaim kepemilikan teritorial Sabah atas nama saudaranya, Sultan Sulu Jamalul Kiram III.

Di Filipina, keluarga Kiram membantah Agbimuddin telah melarikan diri dari Malaysia. Mereka mengatakan pengumuman pemerintah Malaysia adalah hanya propaganda.

Agbimuddin bersembunyi sejak pasukan keamanan Malaysia melancarkan operasi habis-habisan pada 5 Maret untuk mengusir orang-orang bersenjata. Sejauh ini, setidaknya 10 personil pasukan keamanan dan lebih dari 50 pria bersenjata tewas selama penyanderaan sebulan.

Kedua angkatan laut Filipina dan Malaysia telah meningkatkan patroli di perairan perbatasan untuk mencegat orang-orang bersenjata Sulu yang mencoba untuk melarikan diri atau masuk ke Sabah.

Sejauh ini, kata Hamza, sudah 104 orang ditangkap berdasarkan Undang-Undang Pelanggaran Keamanan 2012, undang-undang baru yang digunakan untuk menangkap tersangka teroris, sementara 232 orang lainnya ditahan di bawah hukum yang berbeda. Pihak berwenang percaya bahwa kurang dari 50 teroris masih berada di daerah operasi.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement