Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Rusia: Monopoli AS-UE Akan Berakhir

Selasa 19 Mar 2013 21:19 WIB

Red: Djibril Muhammad

Bendera AS dan UE

Bendera AS dan UE

Foto: Irib

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Utusan khusus presiden Rusia untuk Afrika Mikhail Margelov, menilai monopoli Amerika Serikat dan Uni Eropa mendekati akhir.

"Pemain baru sedang masuk ke benua Afrika. Merekalah yang kita sebut dengan negara BRICS," katanya dalam jumpa pers, Selasa (19/3).

BRICS merupakan kependekan dari kumpulan lima negara terdiri atas Brasil, Rusia, India, Cina dan Afrika Selatan. Lima negara tersebut berada dalam pertumbuhan ekonomi baik di antara negara di dunia.

Margelov berkata bahwa negara-negara tersebut akan melakukan Konferensi Tingkat Tinggi di Durban, Afrika Selatan bertema 'BRICS dan Afrika: Kemitraan untuk Perkembangan, Penyatuan dan Industrialisasi.'

"Keanggotaan BRICS memberikan keuntungan kompetitif," kata dia. "Pertama-tama, tidak satupun anggota dalam organisasi ini yang tercemar oleh dosa penjajahan di Afrika dan kedua BRICS berprinsip tidak ikut campur urusan dalam negeri di sejumlah negara di Afrika," katanya menambahkan.

"Tidak satupun anggota BRICS yang menyebarkan paham demokrasi di Afrika dengan memaksa dan memakai bantuan tentara serta serangan udara," kata dia melanjutkan.

Margelov juga mengatakan Rusia kembali ke Afrika dengan sejumlah program ekonomi dan kemanusiaan.

"Perusahaan-perusahaan Rusia beroperasi di semua negara di Benua Afrika, Rusia menghapuskan hutang negara-negara Afrika. Hal tersebut mengindikasikan petanda baru perjanjian politik-ekonomi dan menyediakan bantuan kemanusiaan bila diperlukan," katanya.

Rusia melakukan sejumlah program baru menggunakan pengalaman-pengalaman Uni Sovyet, kata Margelov merujuk pada inisiatif perkumpulan delapan negara besar di dunia atau G8.

"Tidak ada satupun negara di Benua Afrika yang saat ini tidak siap untuk bekerja sama dengan Rusia baik di bidang politik dan ekonomi," kata Margelov.

sumber : Antara/ RIA Novosti-OANA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA