Rabu 20 Mar 2013 10:14 WIB

Pemburu Gading Bunuh 86 Gajah di Chad

Rep: Nur Aini/ Red: Mansyur Faqih
Sebanyak 86 gajah dibunuh di dekat perbatasan Chad dan Kamerun, Afrika
Foto: AFP
Sebanyak 86 gajah dibunuh di dekat perbatasan Chad dan Kamerun, Afrika

REPUBLIKA.CO.ID, SENE OURA -- Sebanyak 86 gajah, termasuk diantaranya 33 gajah betina yang tengah hamil, dibunuh pemburu dalam waktu kurang dari sepekan di Chad. Hal itu berpotensi memusnahkan populasi gajah yang tersisa di Afrika.

Kelompok gajah menyusuri rute migrasi selama musim kering dari Republik Afrika Tengah melalui Chad ke Kamerun. Sekitar 30 tahun lalu, diperkirakan 150 ribu hewan menyeberang wilayah tersebut, namun saat ini tinggal dua ribu ekor.

Berdasarkan Lembaga International Fund for Animal Welfare (IFAW), gajah dibunuh di sekitar Fianga, daerah dekat perbatasan Chad dan Kamerun. Fianga berada di dekat area taman nasional Sene Oura di Chad dan Bouba N'Djida di Kamerun. Di situ, gajah melewatkan musim kering sebelum hujan datang pada April. 

Diperkirakan gajah tersebut dibunuh pemburu dari Chad dan Sudan yang menunggang kuda dengan membawa senjata AK47. Setelah membunuh para gajah, mereka mengambil gadingnya. "Para pemburu membunuh gajah betina yang hamil. Setidaknya butuh lebih dari 20 tahun untuk memulihkan populasi," ujar Celine Sissler-Bienvenu dari IFAW dilansir the Guardian.

Pada Februari 2012, 650 gajah tewas dalam hitungan hari. Tim antipemburu tidak memadai untuk mencegah perburuan gajah. sekitar 2006-2009, 10 orang tewas karena berusaha melindungi gajah di taman nasional. Dalam tiga tahun tiga rubu gajah mati. Rata-rata, tiga gajah mati per hari. Geng pemburu menarget gading gajah yang diduga diselundupkan ke pasar Cina melalui Sudan dan Nigeria. Suratkabar lokal di Chad melaporkan kasus warga Cina tertangkap membawa gading di bandara N'Djamena. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement