REPUBLIKA.CO.ID, MIRANSHAH -- Taliban Pakistan, Jumat waktu setempat, membantah terlibat dalam serangan-serangan terhadap pekerja polio yang menewaskan 21 orang sejak Desember. Namun, mereka menegaskan lagi bahwa mereka menentang vaksinasi penyakit itu.
Kelompok Taliban tahun lalu melarang vaksinasi polio di kawasan suku Waziristan karena dianggap sebagai misi terselubung untuk spionase.
Desas-desus bahwa vaksinasi itu merupakan persekongkolan untuk mensterilkan umat Islam membayang-bayangi upaya mengatasi penyakit sangat menular itu di Pakistan. Pakistan menjadi salah satu dari hanya tiga negara yang masih endemis penyakit tersebut.
"Kami tidak ada kaitannya dengan serangan-serangan terhadap tim pekerja polio," kata Ehsanullah Ehsan, juru bicara Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP), kepada AFP.
"Kami sangat menentang vaksin anti-polio karena tidak Islami dan buruk bagi kesehatan," kata Ehsan.
Ia mengatakan bahwa rakyat Pakistan tidak membutuhkan simpati PBB yang mendanai program vaksinasi itu. Sementara, pesawat-pesawat tak berawak AS menyerang gerilyawan Taliban dan Alqaidah di daerah perbatasan baratlaut dengan Afghanistan.
Kasus-ksaus polio di Pakistan mencapai 198 pada 2011. ''Itu merupakan angka tertinggi selama lebih dari satu dasawarsa dan paling banyak diantara negara-negara dunia,'' kata PBB.