Jumat 19 Apr 2013 01:51 WIB

Lagarde Akan Diperiksa Terkait Kasus Pembayaran Arbitrase

Christine Lagarde.
Foto: Guardian.co.uk
Christine Lagarde.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde akan diperiksa hakim Prancis pada Mei mendatang, dalam kasus pembayaran arbitrase untuk seorang pendukung kaya mantan Presiden Nicolas Sarkozy.

Pengacara Lagarde di Prancis, Yvez Repiquet membenarkan laporan yang dimuat laman Mediapart, mantan menteri keuangan Prancis tersebut akan didengar keterangannya dalam kasus yang melibatkan pebisnis miliarder Bernard Tapie.

"Saya konfirmasikan bahwa pemeriksaan itu akan dilakukan pada akhir Mei," kata Repiquet kepada Reuters ketika ditanya mengenai berita pemeriksaan kliennya pada 23 Mei mendatang.

Pemeriksaan terhadap Lagarde tersebut merupakan yang pertama dilakukan setelah kasus ini mulai diusut pada 2011 dan akan menjadi ganjalan baginya maupun IMF jika Lagarde harus menjalani pemeriksaan formal.

Lagarde membantah ia telah melakukan kesalahan ketika mengakhiri persidangan panjang antara negara dan Tapie dengan menyetujui arbitrasi untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Namun pengadilan menduga Lagarde turut terlibat dalam penyalahgunaan dana publik ketika sebagai menteri keuangan, ia menolak keberatan para penasehatnya untuk menyetujui arbitrase.

Lagarde yang dijangka akan ditetapkan sebagai tersangka meski tidak pernah mendapat keuntungan pribadi dari kasus tersebut, boleh jadi akan menjalani investigasi formal setelah proses pengambilan keterangan itu, kata pengacaranya.

Investigasi formal akan menjadi lebih serius dari status Lagarde saat ini. Kemungkinan lain adalah Lagarde ditetapkan sebagai "saksi yang turut membantu", sebuah status antara yang berarti Lagarde akan berbicara dengan hakim dengan pengacara namun ia tidak akan ditahan.

Repiquet mengatakan, pemanggilan kliennya merupakan hal rutin. "Itu bukan hal besar. Wajar kalau ia diperiksa. Saya sama sekali tidak gugup mendengarnya," katanya.

Lagarde mengatakan pada Januari bahwa arbitrase merupakan solusi terbaik pada saat itu dan ia bertahan pada pendiriannya. Legislator sayap kiri mengajukan komplain sehingga kasus ini terus bergulir.

Akibat keputusan Lagarde untuk menyetujui arbitrasi, pemerintah Prancis harus membayar Tapie 285 juta euro (371,70 juta USD).

Sebelumnya pada Rabu, jurubicara IMF mengatakan ia tidak akan berkomentar mengenai kasus yang masih dalam proses di pengadilan Prancis. "Dewan eksekutif telah diberi informasi mengenai masalah ini dan tetap yakin terhadap kemampuan Direktur Pelaksana untuk secara efektif menjalankan tugasnya," katanya.

Mantan direktur pelaksana IMF sebelumnya, Dominique Strauss-Kahn turun dari jabatannya karena terlibat kasus pelecehan seksual namun kemudian tuduhan tersebut dicabut.

sumber : Antara/ Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement