Sabtu 20 Apr 2013 06:46 WIB

Rating Kredit Inggris Turun, Apa Kata Analis?

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Dewi Mardiani
Menteri Keuangan dan Kanselir Inggris, Geoirge Osborne.
Foto: Reuters/Toby Melville
Menteri Keuangan dan Kanselir Inggris, Geoirge Osborne.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Akhir pekan ini menjadi liburan terburuk bagi Menteri Keuangan sekaligus Kanselir Inggris, George Osborne. Fitch Rating menghancurkan impian Inggris untuk memulihkan Poundsterling di tengah krisis Eropa dengan cara mengeluarkan Inggris dari prediket AAA menjadi AA+ pada Sabtu (20/4) ini.

Meski status Inggris masih 'Stable Outlook,' namun negara ini hanya memiliki kesempatan 50 persen dalam dua tahun ke depan untuk memperbaiki prestasi ekonominya. Fitch memperkirakan utang bruto pemerintah Inggris akan mencapai puncaknya sebesar 101 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) pada 2015-2016, kemudian secara bertahap menurun pada 2017-2018.

Sejumlah ekonom dan analis bagai dibangunkan oleh lonceng pagi hari yang gaungnya semakin besar. Mereka menyadari ekonomi Inggris akhirnya terimbas negatif juga. Kepala Ekonomi Barenberg Bank, Rob Wood mengatakan Dana Moneter Internasional (IMF) dan pemerintah Inggris kemungkinan akan berkonsolidasi.

Kanselir mengharapkan pinjaman utang Inggris tahun ini tak akan lebih dari 100 miliar poundsterling ditahun terakhirnya memimpin parlemen saat ini. "Sulit untuk membayangkan pemerintah mengajukan pinjaman utang lebih dari itu. Ini akan menjadi amunisi bagi partai oposisi," ujarnya, dikutip dari the Guardian, Sabtu (20/4).

Pada Selasa (16/4), IMF sudah memperingatkan pemerintah Inggris untuk mengurangi laju program penghematan di negaranya mengingat kondisi lemahnya ekonomi Eropa. Namun, Osborne terus saja melakukannya yang berakibat tingkat pengangguran Inggris naik menjadi 7,9 persen pada Rabu (17/4).

Sehari setelahnya, Kamis (18/4), Kepala IMF Christine Lagarde menyarankan Osborne melakukan investigasi menyeluruh atas kesehatan ekonomi Inggris bulan depan. Ini adalah sebuah akhir pekan yang buruk bagi Osborne.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement