Senin 06 May 2013 07:12 WIB

AS Tak Diberitahu Israel Soal Serangannya ke Suriah

Sebuah tank milik pemerintah Suriah terbakar dalam peperangan lawan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Damaskus pada Selasa (19/3).
Foto: Reuters/Mohammed Dimashkia
Sebuah tank milik pemerintah Suriah terbakar dalam peperangan lawan Tentara Pembebasan Suriah (FSA) di Damaskus pada Selasa (19/3).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) tidak diberi tahu sebelum serangan udara di Suriah terhadap apa yang para pejabat Barat dan Israel katakan senjata yang dikirimkan kepada gerilyawan Hizbullah. Demikian diungkapkan seorang pejabat intelijen AS, Ahad (5/5).

Tanpa mengonfirmasi Israel berada di balik serangan, pejabat intelijen AS mengatakan Amerika Serikat pada intinya mengatakan bahwa serangan udara dilakukan "setelah ada fakta" dan diberitahukan sebagai ledakan bom.

Pesawat-pesawat jet Israel membom Suriah pada Minggu untuk kedua kalinya dalam 48 jam. Israel tidak mengkonfirmasi misi tersebut secara eksplisit - satu tindakan yang dimaksudkan untuk menghindari pembalasan provokasi. Tetapi para pejabat Israel mengakui bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukannya.

"Ini tidak akan luar biasa bagi mereka untuk mengambil langkah-langkah agresif ketika ada beberapa kemungkinan bahwa beberapa sistem senjata canggih akan jatuh ke tangan orang-orang seperti Hizbullah," kata pejabat intelijen AS kepada Reuters, yang berbicara tanpa bersedia disebut jatidirinya.

Sementara serangan udara itu menimbulkan kekhawatiran bahwa sekutu utama Amerika di Timur Tengah bisa terhisap ke dalam konflik Suriah, Israel biasanya tidak merasa harus meminta lampu hijau dari

Washington untuk serangan tersebut.

Para pejabat menunjukkan di masa lalu Israel hanya melihat kebutuhan untuk menginformasikan kepada Amerika Serikat bahwa misi tersebut sedang berlangsung.

Presiden AS Barack Obama mengatakan pada Sabtu, sehari setelah yang pertama dari dua serangan Israel di Suriah dalam beberapa hari terakhir, bahwa Israel memiliki hak untuk menjaga terhadap transfer senjata canggih kepada kelompok gerilyawan Hizbullah di Lebanon.

sumber : Antara/ Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement