REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Para perempuan penggiat hak asasi manusia berunjuk rasa memprotes pembukaan rumah boneka merah jambu raksasa di sebuah pameran di Berlin, Kamis (16/5). Mereka menentang kehadiran rumah impian "Barbie Dreamhouse Experience" karena dianggap menjadikan perempuan objek.
Dibangun untuk mempromosikan boneka yang dibuat oleh Mattel Inc, rumah boneka itu memungkinkan para pengunjung mencoba pakaian Barbie, bermain di dapurnya dan memainkan piano merah mudanya dengan tarif tertentu. Pameran ini akan buka sampai 25 Agustus mendatang.
Sejumlah pengunjuk rasa berkumpul di luar rumah merah jambu yang dibangun di salah satu sudut Berlin.
Seorang wanita yang merupakan anggota dari kelompok Femen berunjuk rasa tanpa memakai baju sekaligus memperlihatkan slogan "hidup dalam (dunia) plastik tidak fantastik" di dadanya. Para pengunjuk rasa juga membakar sebuah boneka Barbie.
"Ada terlalu banyak tekanan untuk menjadi lebih cantik dan manis dan itu memberi banyak sekali tekanan terhadap perempuan serta menyia-nyiakan kapasitas mereka untuk bisa bahagia atau untuk bersekolah," kata Stevie Meriel Schmiedel, pendiri kelompok pengunjuk rasa yang menyebut kelompoknya "Pink Stinks".
Christoph Rahofer, pimpinan eksekutif pemasaran yang menyelenggarakan pameran tersebut mengatakan "Dreamhouse Experience" adalah hal yang positif. "Pada dasarnya ini tentang bermain, menjadi kagum dan menemukan ada banyak hal yang tersembunyi yang dapat ditemukan dan itu adalah
pameran interaktif. "
Boneka Barbie memulai debutnya pada tahun 1959. Nama boneka itu diambil dari nama putri penemu Barbie, Ruth Handler, yaitu Barbara menurut laman Mattel.