Senin 03 Jun 2013 20:59 WIB

PM Jepang: Kini Waktunya Tanam Modal ke Afrika

PM Jepang Shinzo Abe
Foto: Reuters
PM Jepang Shinzo Abe

REPUBLIKA.CO.ID, YOKOHAMA--Afrika akan menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi mendatang . Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe pada Senin (3/6).

Saat itu Abe menutup pertemuan memastikan pengucuran dana bantuan besar dari Tokyo, yang dianggap upaya mengimbangi keterlibatan Cina.

Shinzo Abe mengatakan benua tersebut akan menjadi  pemimpin perluasan ekonomi dan Jepang harus membuat komitmen, yang menguntungkan kedua pihak.

"Afrika akan menjadi penggerak ekonomi dalam beberapa dasawarsa mendatang hingga pertengahan abad ini. Kini waktunya bagi kami menanam modal di Afrika," kata Abe dalam jumpa pers, yang menutup Konferensi Internasional Tokyo untuk Pembangunan Afrika (TICAD) selama tiga hari di Yokohama, di dekat ibu kota.

"Jepang tidak semata-mata akan memborong sumber daya alam dari Afrika ke Jepang. Kami akan merintis industrialisasi di Afrika, yang akan menyediakan lapangan kerja dan menyokong pertumbuhan," kata Abe.

"Jenis pertumbuhan yang didambakan TICAD bukan sekedar tentang nominal, melainkan (membidik) pencapaian pertumbuhan kualitas tinggi lewat pendistribusian keuntungan secara meluas dan mendalam ke tiap-tiap orang anggota masyrakat," ujar dia menambahkan.

Meskipun memiliki koneksi relatif berusia panjang, posisi penting Jepang terhadap Afrika tergelincir dan berada di belakang. Cina yang lebih agresif dalam merintis pendekatan justru mampu meningkatkan volume perdagangan sebanyak lima kali lebih banyak dan delapan kali lebih banyak untuk investasi langsung.

Hanya saja Beijing dikritik di beberapa sudut atas langkah mereka yang kerap lebih terlihat mengeruk sumber daya alam Cina diinilai tak sepenuhnya menjadikan investasi dengan peningkatan hak asasi manusia atau pemerintahan yang lebih transparan di beberapa negara penerima bantuan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement