Kamis 06 Jun 2013 08:55 WIB

Siapa Bilang Turbin Angin Bisa Picu Penyakit?

Red:
Turbin Angin (ilustrasi)
Turbin Angin (ilustrasi)

CANBERRA -- Ilmuwan Australia menyatakan tidak ada bukti kuat yang  mendukung teori turbin pembangkit listrik tenaga angin bisa memicu penyakit.

Profesor Simon  Chapman adalah ilmuan yang memimpin penelitian terkait kondisi yang disebut sebagai penyakit Vibroacoustic. Penyakit ini adalah gangguan kesehatan yang diderita orang yang tinggal dalam jarak 10 kilometer dari tubin angin

Hasil studi yang diterbitkan di jurnal kesehatan publik Australia dan Selandia baru, menelaah 35 riset terkait penyakit vibroacoustic. 

Profesor Chapman  mengatakan klaim yang menyebut turbin angin bisa  memicu penyakit didasarkan pada satu kasus yang menimpa anak berusia 12 tahun yang mengalami masalah dengan daya ingat dan perhatian di sekolah.

Chapman mengatakan kasus yang tidak diakui keilmiahannya itu kemudian diperkenalkan oleh sekelompok peneliti berkebangsaan portugis dengan istilah Vibroacoustic. “Kasus ini kemudian dipresentasikan dalam sebuah konferensi di Eropa beberapa tahun. Padahal kondisi itu hanya didasarkan pada keluhan satu orang anak laki-laki yang mengalami kesulitan di sekolah,” katanya.

Klaim ini kemudian digunakan oleh kelompok penentang turbin angin yang menyebut penyakit vibroacoustic disebabkan oleh tubin angin yang ternyata didasarkan pada riset yang sama sekali tidak  menunjukan adanya ketekaitan. Profesor Chapman mengatakan keterkaitan antara turbin angin dan penyakit ini menggelinding di dunia maya, tapi cerita aslinya tidak pernah terbukti secara ilmiah.

Protes terhadap dampak suara mesin turbin angin ini diangkat oleh Yayasan Waubra di Australia. Yayasan ini mengatakan warga yang tinggal dan bekerja di dekat turbin angin mengeluhkan sejumlah gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, sulit tidur, depresi dan kondisi kesehatan yang terus memburuk bagi penderita diabetes, migrain dan stres pasca trauma.

Yayasan ini mengatakan lebih dari 20 keluarga meninggalkan rumah mereka karena menderita gangguan kesehatan serius sejak  turbin angin dioperasikan di dekat rumah mereka.

Gary Goland dari kelompok pengamat kebisingan Australia mengatakan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait laporan ini. “Saya seorang peneliti medis di bidang physiologi selama 30 tahun terakhir dan menurut saya ini adalah masalah yang komplek.” Katanya

Pada 2012 lalu, energi bersih dari pembangkit listrik tenaga turbin angin memasok 13,5 persen kebutuhan pasar listrik di Australia. Energi listrik yang menggunakan angin sebagai sumber tenaga ini mampu menyediaan listrik bagi 1 juta rumah.  Penyelidikan senat tahun 2011 merekomendasikan dilakukannya studi mengenai dampak suara bising dari turbin angin.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement