Kamis 13 Jun 2013 21:15 WIB

PM Zimbabwe Klaim Mugabe Tentukan Pemilu Sepihak

Rep: Ani Nursalikah/ Red: Citra Listya Rini
Menuju Pemilu Zimbabwe 2013
Menuju Pemilu Zimbabwe 2013

REPUBLIKA.CO.ID, HARARE -- Perdana Menteri (PM) Zimbabwe Morgan Tsvangirai menilai Presiden Robert Mugabe secara sepihak telah memutuskan pemilihan umum akan diselenggarakan pada 31 Juli 2013. 

Ia tidak terima waktu pelaksaan tersebut dan mengatakan Mugabe telah bertindak inkonstitusional. Tsvangirai dikenal sangat mendorong dilakukannya reformasi bagi pemilihan umum. 

Mugabe belum secara resmi mengumumkan tanggal pemilu. Namun, ia mengatakan akan tunduk pada keputusan pengadilan yang memerintahkan pemilu diselenggarakan pada 31 Juli mendatang. 

Pemilu tersebut nantinya akan mengakhiri pemerintah koalisi Zimbabwe. Kedua pemimpin negara tersebut membentuk koalisi yang kerap berselisih paham pada 2009. Pemilu itu dibentuk di bawah tekanan pemimpin kawasan dan diwarnai dengan kekerasan dan kecurangan.  

Mugabe dan Tsvangirai akan bersaing dalam bursa pemilihan presiden tahun ini. Kepada wartawan yang menemuinya di ibukota Harare, Tsvangirai mengatakan Zimbabwe harus melakukan pemilu sebelum 25 Agustus 2013. 

"Presiden Mugabe bertindak melanggar hukum dan tidak konstitusional. Sebagai perdana menteri, saya tidak bisa dan tidak akan menerimanya," kata Tsvangirai seperti dilansir BBC, Kamis (13/6). 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement