Rabu 17 Jul 2013 10:03 WIB

Kapal Pencari Suaka Terbalik di Perairan Australia

Rep: Nur Aini/ Red: Dewi Mardiani
Jenis perahu yang biasa digunakan para pencar suaka dan imigran gelap ke Australia
Foto: ABC News
Jenis perahu yang biasa digunakan para pencar suaka dan imigran gelap ke Australia

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebuah kapal yang membawa sekitar 150 orang pencari suaka terbalik di Pulau Christmas, Australia. Empat orang dipastikan tewas dalam peristiwa tersebut.

Layanan Perlindungan Perbatasan dan Bea Cukai mengatakan dua kapal angkatan laut telah menyelamatkan 144 orang dari air. Banyak pencari suaka mencoba mencapai pulau tersebut dan berharap kemudian bergerak ke daratan Australia.

Pulau Christmas terletak sekitar 2.575 km utara-barat dari daratan. Bea Cukai mengatakan pihaknya menunda upaya penyelamatan lebih lanjut karena tidak ada tanda-tanda kehidupan. Kapal angkatan laut mencoba mengangkut perahu, tapi cuaca buruk menghalangi upaya tersebut.

Perahu kemudian terbalik 70 mil laut dari Pulau Christmas. Dalam laporan BBC, beberapa kapal yang membawa imigran menuju Australia menghilang dalam beberapa bulan terakhir. 

Satu insiden terpisah pada Sabtu pekan lalu, 88 pencari suaka diselamatkan setelah kapal mereka tenggelam di lepas pulau yang sama. Seorang bayi laki-laki tewas dalam kecelakaan itu dan delapan orang hilang, diperkirakan tewas. Kapal yang berangkat dari Indonesia itu dilaporkan membawa pencari suaka dari Iran, Afganistan, dan Sri Lanka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement