Ahad 21 Jul 2013 20:45 WIB

Warga Kulit Hitam AS Tetap Marah Atas Bebasnya Zimmerman

Sybrina Fulton, ibu Trayvon Martin, didampingi anaknya Jahvaris Fulton, (dua dari kiri), Pendeta Al Sharpton, (kiri) dan pengacaranya, Benyamin Crump, dalam aksi protes di New York (20/7).
Foto: AP
Sybrina Fulton, ibu Trayvon Martin, didampingi anaknya Jahvaris Fulton, (dua dari kiri), Pendeta Al Sharpton, (kiri) dan pengacaranya, Benyamin Crump, dalam aksi protes di New York (20/7).

REPUBLIKA.CO.ID,NEW YORK -- Di tengah suhu sangat panas, ratusan orang berdemonstrasi di Miami, New York, Chicago, Atlanta, Los Angeles, Oakland, San Fransisco dan kota-kota lain di Amerika, menuntut “keadilan” bagi Trayvon Martin dan diakhirinya “racial profiling” yang menurut mereka telah menjadi inti permasalahan sebenarnya.

George Zimmerman, sebelumnya dituntut karena telah menembak mati seorang remaja kulit hitam Trayvon Martin. Para demonstran juga mendesak penyelidikan federal atas kasus ini.

Di New York, dipimpin Sybrina Fulton – ibu mendiang Trayvon Martin – lebih dari dua ribu demonstran berdemonstrasi di depan markas polisi kota New York.  Sebagian diantara demonstran membawa spanduk bertuliskan “Boikot Florida”, sebagian lainnya mengenakan t-shirt dengan gambar wajah Martin.

Raja musik hip-hop Jay Z dan istrinya - bintang musik pop - Beyonce, bersama kandidat wali kota New York Christine Quinn dan aktivis HAM Al Sharpton juga ikut berdemonstrasi. Dalam pidatonya, Al Sharpton menyampaikan harapannya agar tekanan publik membuat Departemen Kehakiman Amerika mengintensifkan penyelidikan federal atas pelanggaran hak-hak sipil oleh Zimmerman.

Sehari sebelumnya Presiden Barack Obama meminta semua pihak untuk merenung dalam-dalam, melihat kembali insiden yang telah terjadi,  Obama mengatakan kasus itu telah ditangani secara tepat oleh pengadilan di Florida, tetapi mempertanyakan undang-undang “Stand Your Ground” di Florida yang mengijinkan orang menggunakan senjata api untuk membela diri jika merasa terancam. Undang-undang ini juga diterapkan di 30 negara bagian lainnya.

sumber : VOA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement