Kamis 01 Aug 2013 08:00 WIB

Legislator Muslim Pertama Inggris Jadi Gubernur Pakistan

Rep: Nur Aini/ Red: Mansyur Faqih
Muhammad Sarwar
Foto: Sky News
Muhammad Sarwar

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Legislator pertama Inggris, Muhammad Sarwar kembali ke kampung halamannya di Pakistan dan menjadi gubernur salah satu provinsi terpadat di negara tersebut. Sarwar merupakan mantan anggota parlemen dari Partai Buruh. Selama menjabat, dia mendapat ancaman kematian rasis dari lawan politiknya. 

Dia meninggalkan kewarganegaraan Inggris untuk mengambil jabatan barunya di Punjab. Dia resmi menjabat pada Selasa (30/7) lalu. "Segala sesuatu yang telah saya pelajari sewaktu di Inggris, pengetahuan dan bagaimana menjalankan lembaga, dapat saya gunakan untuk kepentingan Pakistan," ujar Sarwar dikutip Al-Arabiya.

Sarwar lahir di Punjab, Pakistan, 60 tahun yang lalu. "Saya bisa menjadi jembatan antara Pakistan di luar negeri dan di sini serta bekerja untuk kemajuan keduanya," ujarnya. 

Punjab merupakan tempat bagi setengah dari 180 juta penduduk Pakistan dan merupakan provinsi terkaya di negara itu. Punjab kaya dari ladang subur dan industri di kota berkembang, Lahore. Namun Punjab juga masih memiliki masalah pengangguran, pemadaman listrik, dan militansi.

Sarwar menceritakan saat berada di Inggris, dia menerima ancaman pembunuhan dari kelompok rasis. Seperti banyak imigran Pakistan, Sarwar bersama calon istrinya saat itu ke Skotlandia pada 35 tahun lalu. Dia memulai usaha di sektor grosir dan mengembangkan bisnisnya hingga beromset jutaan poundsterling. 

Pada 1997, dia memenangkan pemilu pertamanya. "Ketika saya terpilih sebagai anggota parlemen Muslim pertama, saya merasa sangat bangga. Saya mewakili semua orang di konstituen saya, mereka datang dari mungkin 50 budaya dan agama yang berbeda," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement