REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Stasiun Aljazeera Mubasher Mesir secara eksklusif menayangkan beberapa laporan tentang pemeriksaan yang dilakukan pihak kudeta pada Sabtu (24/8).
Salah satu laporannya soal pernyataan Muhammad Badie, pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, yang mengaku mendapatkan siksaan pihak aparat keamanan.
“Aku diperlakukan dengan kasar oleh polisi,'' kata Badie seperti dikutip Aljazeera Mubasher. ''Mereka berkata-kata kotor dan memukulku hingga gigi buatanku terlepas.”
Laporan tersebut juga mengutip pernyataan Badie yang menolak untuk diperiksa pihak aparat hukum. “Aku menolak diperiksa karena aku tidak mengakui keabsahan kejaksaan agung dan seluruh otoritas kudeta,” katanya.
Badie mengaku menolak diperiksa karena otoritas kudeta telah menculik presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang telah terpilih secara sah. Dia juga menolak pemeriksaan karena pemerintah sementara Mesir telah membatalkan konstitusi.
''Mereka juga telah membakar banyak masjid dan membunuh lebih dari lima ribu rakyat Mesir,'' katanya.