Rabu 28 Aug 2013 17:49 WIB

Ban: DK PBB Harus Bersatu Demi Perdamaian Suriah

United Nations Secretary-General Ban Ki-moon speaks during a news conference in Andorra, April 2, 2013. Ban said on Tuesday that a crisis over North Korea had gone too far and urged dialogue and negotiation to resolve the situation.
Foto: Reuters/Albert Gea
United Nations Secretary-General Ban Ki-moon speaks during a news conference in Andorra, April 2, 2013. Ban said on Tuesday that a crisis over North Korea had gone too far and urged dialogue and negotiation to resolve the situation.

REPUBLIKA.CO.ID, DENHAGG - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Rabu mengimbau Dewan Keamanan bersatu dan membawa perdamaian bagi Suriah. Imbauan ini dilontarkan Ban setelah Barat menyiapkan kemungkinan serangan ke Damaskus.

"Suriah menjadi tantangan terbesar perang dan perdamaian di dunia pada saat ini. Badan yang diberi mandat menjaga perdamaian dan keamanan internasional itu tidak bisa melenceng dari tugasnya," kata Ban merujuk pada Dewan Keamanan PBB.

"Dewan pada akhirnya harus bersatu demi perdamaian," kata Sekjen PBB dalam pidatonya di Den Haag saat menghadiri perayaan seabad Istana Perdamaian, tempat beradanya Mahkamah Internasional. "Rakyat Suriah berhak mendapatkan solusi, bukan kesenyapan."

Komentar Ban tersebut muncul saat Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya tengah mengumpulkan bukti untuk melancarkan aksi militer menentang rejim Presiden Bashar al-Assad menyusul tudingan serangan senjata kimia, meski Rusia sudah memberikan peringatan keras.

Sekjen PBB meminta agar tim inspeksi senjata PBB diberi lebih banyak waktu untuk menyelidiki klaim serangan senjata kimia minggu lalu dan mendesak penyelesaian secara diplomatik. "Kita harus mencari segala cara untuk mengajak semua pihak ke meja perundingan," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement