Jumat 30 Aug 2013 11:25 WIB

Pesawat Luar Angkasa Cina Mendarat di Bulan Akhir Tahun

Rep: Nur Aini/ Red: Dewi Mardiani
Pesawat luar angkasa Cina, Chang'e-3.
Foto: abovetopsecret.com
Pesawat luar angkasa Cina, Chang'e-3.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina membuat langkah ambisius dengan program luar angkasanya. Mereka mengumumkan rencana pendaratan pesawat luar angkasa pertama di bulan di akhir tahun ini.

Otoritas ilmu pengetahuan setempat mengatakan pesawat luar angkasa ke bulan Chang'e-3 telah resmi memasuki tahap peluncuran dan di akhir tahun, Cina akan mendaratkan pesawat pertamanya di bulan.

"Misi Chang'e-3 memiliki sejumlah teknologi inovatif. Ini adalah misi yang sulit dan berisiko besar," ujar kepala badan ekspolari luar angkasa Cina, Ma Xingrui, dilansir CNN dari Xinhua, Jumat (30/8).

Chang'e-3 akan diluncurkan dari pusat peluncuran satelit Xichang di Cina barat daya. Jika berhasil, pesawat itu tidak hanya menjadi yang pertama bagi Cina tapi juga pertama kali sejak misi Apollo tahun 1960-an dan 1970-an.

Misi itu merupakan tahap dua program bulan di Cina. Misi akan termasuk mengorbit, pendaratan, dan kembali ke bumi. Keputusan pemerintah Obama pada 2010 yang melarang NASA kembali ke bulan membuat kesempatan bagi Cina.

Para ahli Cina yakin mereka akan menjadi negara kedua yang mendaratkan manusia di bulan pada 2020. Dengan anggaran sekitar 2 miliar dolar AS per tahun, hampir 10 kali lipat anggaran NASA, Cina mengembangkan program luar angkasanya dengan mengirim astronot Yang Liwei ke orbit pada 2003. Pada 2012, mereka juga melakukan 18 peluncuran luar angkasa

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement