REPUBLIKA.CO.ID MIRANSHAH, -- Seorang juru bicara untuk Taliban Pakistan Sabtu (31/8) menepis laporan-laporan media bahwa pemerintah melakukan pembicaraan damai dengan kelompok tersebut.
Media swasta Pakistan dan sejumlah harian berbahasa Urdu dan Inggris pada Sabtu memuat headline yang melaporkan pembicaraan damai dengan Taliban telah dimulai. Sementara beberapa mengatakan justru terjadi kontak awal dengan gerilyawan Shahidullah Shahid.
Juru bicara utama Pakistan Tehreek-e-Taliban (TTP) kepada AFP menegaskan tidak ada kontak telah dibuat antara kelompok itu dan pejabat pemerintah. "Saya tegas membantah ada pembicaraan damai di setiap tingkatan antara Taliban dan pemerintah Pakistan," kata Shahid kepada AFP dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.
"Tidak ada kontak telah dibuat di antara kami, juga kita tidak menerima tawaran apa pun untuk memulai pembicaraan damai", kata Shahid.
Harian berbahasa Inggris terkemuka DAWN, mengutip Menteri Informasi Pakistan Pervez Rashid mengatakan bahwa pemerintah sedang dalam pembicaraan rahasia dengan TTP. "Pembicaraan tidak resmi antara pihak pemerintah dan Taliban sedang berlangsung," kata Rashid kepada koran itu.
Rashid mengatakan, tujuan utama pemerintah adalah untuk memulihkan perdamaian dan akan melakukan segala kemungkinan untuk mencapai itu. "Kita harus membebaskan negeri ini dari ancaman terorisme dan semua pilihan akan dimanfaatkan," kata Rashid seperti dikutip.
BBC Urdu, mengutip seorang pejabat senior pemerintah yang tidak disebutkan namanya dan komandan Taliban, juga melaporkan pembicaraan damai itu.
"Ini adalah propaganda yang lengkap, pemerintah harus mengumukan jika memiliki bukti mengenai pembicaraan tersebut," kata Shahid menanggapi pemberitaan tersebut.
Laporan-laporan tentang pembicaraan damai muncul hampir dua pekan setelah Perdana Menteri Nawaz Sharif membuat tawaran kepada para garis keras dalam pidato pertamanya di televisi secara nasional sejak menjabat setelah memenangkan pemilihan pada Mei.