Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Untuk Pilih Jenis Kelamin Bayi, Ratusan Pasangan Australia Pergi ke Luar Negeri

Ahad 01 Sep 2013 21:03 WIB

Red:

Bayi

Bayi

CANBERRA -- Ratusan pasangan di Australia pergi ke luar negeri untuk menjalani treatment bayi tabung yang memungkinkan mereka memilih jenis kelamin anak.

Suatu studi mendapati sekitar 120 pasangan datang ke satu unit IVF di Thailand dalam tempo 18 bulan untuk menghindari peraturan di Australia yang melarang memilih jenis kelamin anak untuk alasan sosial.

 

Pedoman medis Australia sekarang ini melarang orangtua memilih jenis kelamin anak, kecuali kalau ada risiko anak itu bisa menderita suatu kondisi genetik yang serius.

 

Direkutr Media Genea IVF Clinic, Associate Professor Mark Bowman, mengatakan, pasangan yang pergi ke luar negeri untuk tujuan itu melakukannya setelah mempelajarinya.

 

"Kebanyakan mereka itu adalah pasangan Australia biasa yang mungkin sudah punya dua anak dari satu jenis kelamin dan ingin punya anak lagi dari jenis kelamin lain. Mereka itu melakukan riset di internet dan menyadari bahwa ini adalah cara dimana teknologi bisa mencapainya," katanya.

 

Professor Bowman mengatakan, mereka membayar atanra $8000 sampai $20.000 untuk memilih jenis kelamin bayi mereka.

 

Kata Prof Bowman, peraturan larangan tadi tidak mencegah orang untuk mencari treatment lain dan banyak pakar medis berpendapat larangan itu mestinya ditinjau kembali."Banyak dokter ahli fertilitas di Australia berpendapat, dalam keadaan yang tepat dan dengan konseling yang benar, mungkin treatment itu perlu ditawarkan di Ausralia.

 

Data itu dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Masyarakat Fertilitas Australia di Sydney hari Minggu (1/9) ini.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA