Selasa 03 Sep 2013 08:39 WIB

Liga Arab: Hanya PBB Bisa Hentikan Suriah

Rep: Nur Aini/ Red: Karta Raharja Ucu
Bashar Assad (file photo)
Foto: AP/Vahid Salemi
Bashar Assad (file photo)

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Al-Araby mengatakan, intervensi militer di Suriah bukan pilihan menyelesaikan permasalahan di Negeri Poranda itu.

Menurutnya, hanya PBB yang dapat menghentikan Suriah. Dalam rapat darurat di Kairo Senin (2/9), Nabil mengatakan, rezim Assad bertanggungjawab pada serangan senjata kimia 21 Agustus. Ia menyatakan penyelidik PBB yang menginvestigasi lokasi serangan tidak memiliki kekuataan untuk menilai siapa yang bertanggungjawab.

"Sebagai otoritas perwakilan komunitar internasional, PBB dapat mengambil tindakan untuk menghentikan siapa yang bertanggungjawab terhadap kriminal," ujarnya dikutip Al-Jazeera.

Rusia, anggota tetap dewan keamanan PBB dan sekutu Assad mengatakan tidak ada bukti serangan senjata kimia dilakukan rezim Assad.

Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fgh Rasmussen secara terpisah menyatakan, komunitas internasional tidak dapat mengabaikan serangan itu. "Kami percaya aksi diam-diam yang menewaskan ratusan orang, wanita dan anak-anak tidak dapat diabaikan," ujarnya.

Menurutnya, butuh sebuah kesepakatan yang dibutuhkan sebagai respon internasional untuk mencegah adanya serangan senjata kimia di masa depan. "Ini akan mengirimkan...sinyal bahaya bagi diktator di seluruh dunia jika kita hanya diam dan tidak bertindak," imbuhnya.

Rezim Suriah sudah meminta PBB untuk mencegah agresi ke negaranya. Sementara, Pemerintah AS masih mempertimbangkan serangan militer ke Suriah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement